Impor Vaksin Melonjak 1.315 Persen Selama Kuartal I 2021

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 16:21 WIB
BPS mencatat impor vaksin untuk manusia mencapai US$443,4 juta atau melesat 1.315 persen (yoy) sepanjang kuartal I 2021. BPS mencatat impor vaksin untuk manusia mencapai US$443,4 juta atau melesat 1.315 persen (yoy) sepanjang kuartal I 2021. Ilustrasi. (iStockphoto/FilippoBacci).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan impor vaksin untuk manusia sebesar 1.315 persen secara tahunan (year on year/yoy) sepanjang kuartal I 2021.  Nilai impornya mencapai US$443,4 juta selama Januari-Maret 2021.

"Bisa dipahami kenapa ini bisa terjadi," ujar Kepala BPS Suhariyanto saat rilis data neraca perdagangan periode Maret 2021, Kamis (15/3).

Khusus untuk Maret 2021, nilai impor vaksin tercatat sebesar US$178,7 juta, atau naik 102,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, ia menuturkan angka tersebut merupakan impor vaksin untuk manusia secara keseluruhan, tidak terbatas pada vaksin covid-19.


"Jadi, kami tidak melihat yang (vaksin) covid-19 tapi yang saya sampaikan itu vaksin keseluruhan," tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah mendatangkan vaksin Sinovac dari China baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku, serta vaksin AstraZeneca buatan Inggris.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menyampaikan pemerintah telah mengucurkan dana Rp3,67 triliun untuk mengimpor vaksin corona. Total impor vaksin yang berhasil didatangkan dengan anggaran itu mencapai 30,5 juta dosis.

Ia menambahkan pemerintah juga sudah mengeluarkan Rp642,18 miliar untuk pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) vaksin covid-19. Dana tersebut digelontorkan pada periode 8 Desember 2020 sampai dengan 3 Februari 2021.

"Dengan semakin banyak impor vaksin ini akan meningkat fasilitas bea masuknya," ujarnya dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK