Sri Mulyani Pede RI Cetak 500 Ribu Eksportir Baru pada 2030

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 11:36 WIB
Menkeu Srti Mulyani percaya diri RI mampu mencetak 500 ribu eksportir pada 2030 mendatang berkat kebijakan, kemudahan dan insentif yang diberikan pemerintah. Sri Mulyani percaya diri Indonesia bisa mencetak 500 ribu eksportir baru pada 2030 mendatang akibat kebijakan pemerintah dan UU Cipta Kerja. (CNN Indonesia/ Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati percaya diri Indonesia mampu mencetak 500 ribu eksportir baru pada 2030. Sebab, berbagai kebijakan, kemudahan, dan insentif untuk sektor eksportir sudah banyak diberikan oleh pemerintah.

"Saya optimis 500 ribu eksportir baru akan tercipta sesuai harapan," ucap Ani, sapaan akrabnya dalam acara yang diselenggarakan oleh Sekolah Ekspor secara virtual, Selasa (20/4).

Dari segi kebijakan, bendahara negara mengatakan pemerintah telah memberikan kebijakan besar berupa penerbitan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Aturan ini berupaya untuk memperbaiki iklim dan perizinan investasi melalui berbagai kemudahan dan insentif.


Perbaikan antara lain berbentuk penyederhanaan administrasi izin ekspor, usaha, industri, hingga perdagangan. Lalu, sertifikasi halal yang ditanggung pemerintah bagi UMKM, pendampingan dan pelatihan usaha, pemberian pembiayaan, penambahan anggaran untuk bidang riset usaha, hingga insentif perpajakan dan promosi produk di pasar.

Kemudahan dan insentif selanjutnya diharapkan mampu meningkatkan inovasi dan kualitas produk maupun sumber daya manusia di bidang ekspor, sehingga realisasi pertumbuhannya meningkat. Tingginya ekspor akan membuat daya saing Indonesia ikut terkerek.

"Fondasi yang penting adalah terus meningkatkan daya saing, tapi suksesnya ekspor tidak hanya dari satu pihak seperti pemerintah pusat dan daerah, tapi penting juga peranan dari private sector," katanya.

Selain melalui UU Cipta Kerja, Ani mengatakan berbagai insentif juga diberikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Misalnya, restrukturisasi kredit, insentif pajak 0,5 persen bagi UMKM, dana bergulir, bebas bea masuk, dan lainnya.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah juga membangun berbagai Pusat Logistik Berikat (PLB) hingga Batam Logistics Ecosystem (BLE). Tak ketinggalan, ada pula Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI).

"Dengan ini semua, saya berharap bisa memperkuat ekspor dan ekonomi Indonesia, asal kita tidak mudah menyerah, saya percaya kita bisa masuk dan berkompetisi di pasar internasional," tuturnya.

Di sisi lain, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengklaim kinerja ekspor Indonesia juga mampu bangkit di tengah pandemi covid-19. Hal ini memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi ke depan.

"Kinerja ekspor di Maret 2021 sangat impresif, tumbuh sangat tinggi dibanding dua tahun terakhir sejak covid-19. Kenaikan ekspor menunjukkan pulihnya perekonomian Indonesia dan dunia," pungkasnya.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK