Program Ekspor Shopee Buka Pintu UMKM Solo ke Pasar Global

Shopee, CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 20:12 WIB
Peluang ekspor bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Solo, Jawa Tengah semakin terbuka lebar melalui Program Shopee Ekspor. Ilustrasi UMKM. (CNN Indonesia/ Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Peluang ekspor bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Solo, Jawa Tengah semakin terbuka lebar. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan e-commerce yang memiliki akses ke pasar ekspor.

Herawan, pemilik toko online Kebayamumer di Shopee contohnya. Sejak awal bergabung dengan Program Ekspor Shopee, dia sangat merasakan dampak yang signifikan dari inisiatif ini.

Hingga kini, pesanan ekspor terus berjalan. Perbandingannya sekitar 40 persen penjualan berasal dari ekspor dan sekitar 60 persen dari lokal.


"Sudah 3 tahun saya bergabung dengan Shopee dan saya merasa senang karena sangat membantu toko offline saya. Di saat pandemi seperti ini, banyak konsumen yang beralih berbelanja secara online. Terlebih lagi, program-program di Shopee menarik banyak konsumen, khususnya Gratis Ongkir Xtra," ujarnya.

Kebayamumer diketahui memiliki toko di Shopee yang sudah aktif di 5 negara yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam. Mayoritas penjualan ekspor Herawan datang dari Malaysia dan Thailand.

Pria yang tinggal di wilayah Laweyan, Solo, ini mengaku terpacu mengembangkan produknya untuk dapat lebih bersaing di pasar ekspor dan merasa penting untuk selalu menjaga kualitas produk yang dijual.

Herawan memiliki rencana untuk memodifikasi produk dengan desain baru yang lebih bisa diterima dan sesuai dengan preferensi pasar luar negeri, khususnya desain melayu untuk konsumen Malaysia. Sebab produk yang dibeli oleh orang Malaysia dan Indonesia berbeda.

Selama berpartisipasi dalam Program Ekspor Shopee, berkat dukungan dan pendampingan dari Shopee, ia pun bisa mendapatkan hasil yang signifikan dari penjualannya.

Raras Putri, pemilik toko online Sankara.id di Shopee juga memiliki pengalaman serupa. Raras mengaku program Shopee membuat penjualan ekspornya makin berkembang.

"Sebelumnya, sudah ada pesanan dari luar negeri melalui media sosial. Tetapi sejak ada Program Shopee Ekspor, maka pesanan ekspor saya semakin berkembang. Apalagi karena didukung oleh fitur Gratis Ongkir, penjualan batik saya semakin meningkat dan pembeli dari media sosial kini dialihkan ke Shopee," ujarnya.

Melihat perkembangan ekspor untuk penjualan batik, Raras berencana untuk membuat baju anak dengan motif batik dan terus menjaga kualitas produk. Di samping itu, ia selalu mengunggah video dan foto pendukung yang akurat di halaman produknya.

Hal ini diakui Raras dapat meningkatkan kredibilitas Sankara.id di mata pembeli, karena pembeli mendapatkan kualitas barang yang sama dengan apa yang terlihat di gambar secara online.

Akses pada pasar ekspor membuat Raras termotivasi untuk menjaga kualitas dan memproduksi batik untuk anak yang menyasar pasar luar negeri.

Sankara.id saat ini memiliki toko aktif di 6 negara, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam. Mayoritas pesanan ekspor batik dari toko ini berasal dari Malaysia, Singapura dan Vietnam.

Shopee diketahui memiliki program ekspor bagi UMKM, dimana dalam program tersebut Shopee memberikan akses pasar ekspor bagi UMKM dalam negeri untuk menjual produknya melalui jaringan internasional Shopee.

Direktur Eksekutif Shopee Handhika Jahja mengungkapan UMKM Solo memiliki potensi di pasar ekspor. Berdasarkan data pihaknya, tercatat ada 40.000 UMKM Solo yang terdaftar dan 5.000 di antaranya memiliki toko ekspor aktif.

"Angka ini tentu masih bisa terus ditingkatkan melalui program yang akan kami jalankan bersama Pemerintah Kota Solo," ujarnya.

Bersama Pemkot Solo, Shopee akan menggelar program UMKM Solo Go Ekspor pada 23-24 April 2021. Program tersebut memberikan berbagai pelatihan UMKM, bantuan pendanaan, hingga akses ke pasar ekspor di Asia Tenggara bagi UMKM Solo.

(osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK