Sri Mulyani Tak Mau Kecolongan Penyelundupan Sabu saat Corona

CNN Indonesia | Rabu, 28/04/2021 19:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kasus penyelundupan narkoba naik dari tahun terakhir. Terakhir, jumlah kasus mencapai 422 kasus dalam setahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan kasus penyelundupan narkoba naik dari tahun terakhir. Terakhir, jumlah kasus mencapai 422 kasus dalam setahun. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak mau kecolongan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu saat pandemi covid-19.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri konferensi pers pembongkaran jaringan penyelundupan sabu skala internasional mencapai 2,5 ton di Mabes Polri pada Rabu (28/4).

"Kami tidak ingin, dengan situasi yang extraordinary ini, kami menghadapi covid kemudian dimanfaatkan oleh berbagai pihak termasuk jaringan penyelundupan narkoba yang kemudian memanfaatkan untuk aktivitas ilegalnya untuk masuk ke Indonesia," ujar Ani, sapaan akrabnya.


Untuk itu, bendahara negara itu memerintahkan seluruh anak buahnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan untuk memperkuat pengawasan di seluruh pelabuhan di dalam negeri.

Selain itu, DJBC juga diminta mempererat koordinasi dengan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membongkar setiap aksi penyelundupan narkoba.

"Kami akan terus mengembangkan seluruh intelijen, data intelijen, dan langkah-langkah profesional, sinergi, dan kolaborasi dengan integritas yang tinggi dari seluruh institusi yang penting ini, sehingga kita bisa melindungi seluruh masyarakat Indonesia dari ancaman nyata narkoba," katanya.

Bukan hanya karena kondisi ekonomi yang tengah sulit karena pandemi, Ani ingin pemerintah tidak kecolongan dengan aksi penyelundupan narkoba karena jumlah kasusnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Data terakhir yang dikantonginya mencatat ada 422 kasus dalam setahun.

"Kami lihat dalam tahun-tahun terakhir, kenaikan setiap tahun jumlah kasus maupun dari sisi jumlah narkotikanya juga semakin meningkat, ini mengingatkan kita semua untuk semakin waspada," tuturnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan jaringan penyelundupan sabu itu melibatkan pihak dari dalam Indonesia dan luar negeri, yaitu Malaysia dan Timur Tengah. Nilai sabu yang diselundupkan mencapai Rp1,2 triliun dengan berat 2,5 ton.

Dari jaringan penyelundupan sabu itu, Polri meringkus 18 orang tersangka. Terdiri dari 17 warga negara Indonesia (WNI) dan satu orang warga negara Nigeria.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK