Lonjakan Kasus Covid-19 India Tekan Harga Minyak Dunia

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 08:06 WIB
Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis (6/5), waktu Amerika Serikat (AS), di tengah kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus covid-19 di India. Harga minyak dunia turun pada perdagangan Kamis (6/5), waktu Amerika Serikat (AS), di tengah kekhawatiran pasar terhadap lonjakan kasus covid-19 di India. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia melemah pada akhir perdagangan Kamis (6/5) usai menguat dalam beberapa hari sebelumnya. Pasar khawatir terhadap lonjakan kasus covid-19 di India dan sejumlah negara lain.

Melansir Antara, Jumat (7/7), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli tergerus 87 sen atau 1,3 persen menjadi US$68,09 per barel. Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk penyerahan Juni merosot 92 sen atau 1,4 persen menjadi US$64,71 per barel.

Pada Rabu (5/5) kedua kontrak acuan sempat mencapai level tertinggi sejak pertengahan Maret, sebelum akhirnya kembali melemah.


India membukukan rekor infeksi dan kematian akibat covid-19 setiap hari. Virus corona telah menyebar di kota dan desa di seluruh negara terpadat kedua di dunia itu.

Pasar khawatir bahwa kondisi tersebut menekan permintaan minyak mentah dunia lantaran India merupakan salah satu konsumen utama.

"Rekor jumlah infeksi baru di India telah menjadi berita utama dan memicu kekhawatiran bahwa permintaan akan pulih lebih lambat," kata Commerzbank.

Namun, kejatuhan harga minyak berhasil tertahan oleh sejumlah sentimen, salah satunya pelonggaran pembatasan di Eropa. Hal tersebut seiring dengan program vaksinasi di Benua Biru yang terus berjalan.

"Ini menjaga permintaan bahan bakar tetap kuat dan meningkatkan kepercayaan pasar pada pemulihan," analis Citi mengatakan dalam sebuah catatan.

Selain itu, harga minyak ditopang oleh jatuhnya persediaan minyak mentah AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan stok minyak mentah AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pekan lalu karena produksi penyulingan naik dan ekspor melonjak.

Persediaan minyak mentah AS turun 8,0 juta barel dalam sepekan terakhir. Angka ini jauh lebih dalam dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yaitu sebesar 2,3 juta barel.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK