Tanda Jadi Konsorsium Proyek Baterai Listrik RI Resmi Diteken

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 07:17 WIB
Industri Baterai Indonesia dengan Konsorsium Baterai LG dari Korsel menandatangani perjanjian investasi baterai listrik bersama China. Industri Baterai Indonesia dengan Konsorsium Baterai LG dari Korsel menandatangani perjanjian investasi baterai listrik bersama China. Ilustrasi baterai listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Industri Baterai Indonesia dengan Konsorsium Baterai LG dari Korea Selatan resmi menandatangani perjanjian investasi Heads of Agreement (HoA) investasi baterai listrik pada Kamis (29/4) lalu.

Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho, jajaran direksi BUMN, serta pimpinan Konsorsium LG yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO, dan Huayou Holding.

Mengawal ketat proyek investasi raksasa ini, Bahlil menyebut kerja sama ini menjadi momen penting bagi ketiga negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, dan China.


"Kami akan terus mendorong, mengawal, dan akan membantu sepenuhnya, selama kerangkanya ada dalam aturan yang ada di Indonesia dan bisnis yang saling menguntungkan," ujar Bahlil dikutip dari rilis, Kamis (6/5).

Bahlil mengungkapkan, setelah HoA ditandatangani, studi kelayakan segera dibuat.

"Sekarang waktunya kita bekerja. Kita punya komitmen untuk cepat realisasi investasi," lanjut dia.

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan kalau proyek tersebut sama pentingnya bagi seluruh pihak. Kehadiran dia, merupakan bentuk dukungan dari seluruh BUMN yang terlibat.

Dia juga menyatakan di ibu kota baru RI nanti semua mobil bakal menggunakan mobil listrik.

"Proyek baterai ini harus berjalan tepat waktu, bila mungkin malah dipercepat. Indonesia sangat serius, terbukti dari beberapa daerah, banyak gubernur di Indonesia membuat keputusan mobil listrik, terutama bus dan kendaraan umum harus dipakai tahun ini. Bahkan, Indonesia akan membangun ibukota baru di Kalimantan yang semuanya juga menggunakan mobil listrik," beber Erick.

Pada kesempatan sama, PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC), selaku mitra kerja konsorsium Korea, akan mengidentifikasi target dalam waktu dekat setelah kerja sama ini diresmikan.

Untuk diketahui, PT Industri Baterai Indonesia dibentuk oleh empat BUMN, yaitu Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

"Hari ini, masih awal dari perjalanan IBC dalam mewujudkan ekosistem electric vehicle di Indonesia. Kami ingin Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Untuk itu, kami perlu dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat," ujar Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho.

Sebagai informasi, HoA atau perjanjian pra-kontrak merupakan komitmen yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan tidak dimaksudkan untuk mengikat.

HoA lazim digunakan dalam proses pendirian bisnis, baik nasional maupun internasional selama tahap negosiasi berlangsung.

Penandatanganan ini merupakan hasil tindak lanjut pertemuan Presiden Moon Jae In dengan Presiden Joko Widodo di Busan, Korea Selatan pada 25 November 2019 lalu, serta MoU BKPM-LG Group yang ditandatangani oleh Bahlil dan CEO LG Energy Solution pada 18 Desember 2020 di Seoul, Korea Selatan.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK