Chia, Uang Kripto yang Lebih Hemat Energi dari Bitcoin

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 14:54 WIB
Aset kripto Chia diklaim lebih hemat energi dari bitcoin karena metode pencatatan transaksinya lebih sedikit menggunakan ruang penyimpanan dan listrik. Aset kripto Chia diklaim lebih hemat energi dari bitcoin karena metode pencatatan transaksinya lebih sedikit menggunakan ruang penyimpanan dan listrik. Ilustrasi. (iStockphoto/Jirapong Manustrong).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chia, mata uang kripto yang baru diperdagangkan pekan ini, diklaim lebih hemat energi ketimbang Bitcoin. Klaim itu berasal dari metode verifikasi dan pencatatan transaksi yang membutuhkan ruang penyimpanan (hard disk) dan listrik yang lebih sedikit, sehingga rendah karbon.

Apa itu Chia? Chia merupakan uang kripto yang diciptakan oleh Chia Network pada 2017. Jaringan Chia kemudian didirikan oleh Bram Cohen, yang juga menemukan sistem berbagi dokumen (peer-to-peer) BitTorrent.

Chia menggunakan teknologi blockchain seperti kebanyakan uang kripto lain. Bedanya, Chia menggunakan metode 'bukti ruang dan waktu' untuk verifikasi transaksi dan menggunakan ruang penyimpanan yang tidak terpakai di hard disk komputer pengguna, sehingga lebih hemat energi ketimbang Bitcoin.


Chia juga lebih hemat energi daripada Ethereum yang membutuhkan daya besar komputer untuk 'menambang' koin dengan teknologi blockchain. Dalam prosesnya, 'penambangan' Chia tetap bisa dilakukan dengan ruang penyimpanan yang kosong dan listrik yang lebih sedikit.

Sementara mata uang kripto lainnya membutuhkan ruang penyimpanan yang besar karena biasanya komputer pengguna perlu dijalankan selama 24 jam.

"Ini untuk mendapat peluang terbaik dalam hal pengembalian investasi dan memaksimalkan profitabilitas," ungkap Ekonom Mata Uang Digital Alex de Vries kepada CNN Business, Jumat (7/5).

Lalu bagaimana cara memulainya? Anda harus masuk ke platform Mainnnet dengan mengunduhnya di jaringan Chia di chia.net.

Setelah itu, aktivitas bisa dilakukan sesuai petunjuk dan fitur di platform.

"Ini melibatkan hard disk yang benar-benar normal (kosong), daripada barang-barang khusus dan mahal. Kebanyakan orang memiliki sejumlah ruang penyimpanan yang tidak terpakai, sehingga mereka sudah dapat melakukannya," kata Bram Cohen.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK