Tahun Ini, BPH Migas Tambah Kuota Solar Bukittinggi

BPH Migas, CNN Indonesia | Sabtu, 08/05/2021 18:08 WIB
Pada 2020, kuota Jenis BBM Tertentu yakni solar untuk Kota Bukittinggi adalah sebesar 7.657 KL. Tahun ini, kuota dinaikkan 9 persen jadi 8.351 KL. Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa atau Ifan bersama tim menemui Wali Kota Bukittinggi Erman Safar dalam rangkaian kunjungan kerja ke Pulau Sumatera pada Jumat (7/5). (Foto: BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa atau Ifan bersama tim dan didampingi SAM Pertamina Sumbar (MOR 1) I Made Wire Paramarta melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Pulau Sumatera dengan menemui Wali Kota Bukittinggi Erman Safar pada Jumat (7/5).

Pada 2020, kuota Jenis BBM Tertentu yakni solar untuk Kota Bukittinggi adalah sebesar 7.657 KL. Tahun ini, kuota dinaikkan 9 persen jadi 8.351 KL, sedangkan terhadap realisasi tahun 2020 naik hingga 47 persen.

Ifan menjelaskan, BBM premium saat ini masih mendapat kompensasi. Namun kompensasi tersebut tidak berlaku pada 2022.


Di sisi lain, BBM penugasan ditetapkan harus ada di daerah non-Jamali (Jawa Madura Bali) sesuai peraturan resmi, karena kuota akan tetap diberikan dan ditingkatkan 40 persen. Ifan mengungkapkan, jika dalam implementasinya aturan itu tidak direalisasikan Pertamina, hal itu bukan merupakan kebijakan pemerintah.

"Pertamina memang tidak mau rugi dan tidak boleh rugi, sehingga ada program Langit Biru Pertamina. Ini penting disampaikan agar Wali Kota juga bisa membantu menjelaskan jika ada kendala lapangan," kata Ifan.

Erman Safar pun menyampaikan apresiasi atas tambahan kuota subsidi solar, juga premium penugasan yang diberikan.

"Bukittinggi area perdagangan yang bukan hanya untuk Bukittinggi, area lintasan, sehingga mau tidak mau ikut melayani yang di luar itu," ucap Erman.

Lebih lanjut Ifan kemudian mendorong agar lebih banyak Pertashop dihadirkan di Bukittinggi. Hal itu sesuai dengan target Pertamina mengadakan 10 ribu Pertashop pada tahun ini. Pertashop disebut sebagai investasi yang terjangkau, juga sebagai solusi mengatasi Pertamini yang sampai saat ini masih ilegal.

"Coba dirangkul dan mediasi Pertamini-Pertamini agar bergabung mendirikan Pertashop. Pertashop resmi, margin lebih besar dari SPBU, dan kuota dijamin tersedia. Empat Pertamini bisa bergabung menjadi satu mendirikan Pertashop dibantu dengan pembiayaan BSI," tutur Ifan.

Di akhir pertemuan, secara simbolis Ifan menyerahkan SK kuota BBM JBT dan JBKP 2021 Kota Bukittinggi kepada Erman Safar.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK