Bahlil Ungkap Ambisi Jokowi Raup Investasi Rp1.200 T di 2022

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 17:11 WIB
Menteri Bahlil mengungkapkan Presiden Jokowi memasang target investasi tinggi karena punya harapan besar terhadap implementasi UU Cipta Kerja. Menteri Bahlil mengungkapkan Presiden Jokowi memasang target investasi tinggi karena punya harapan besar terhadap implementasi UU Cipta Kerja. (ANTARAFOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan investasi Rp1.100 triliun-Rp1.200 triliun pada 2022 mendatang.

Bahlil menyebut Jokowi memasang target tinggi karena punya harapan besar terhadap implementasi Undang-undang sapu jagat atau UU Cipta Kerja (UU Ciptaker).

Dia menyebut target itu dibuat karena pemerintah ingin keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen.


Untuk dapat mencapai pertumbuhan di atas 5 persen, pemerintah mengharapkan investasi masuk dalam jumlah besar. Pasalnya, investasi dapat memberikan efek domino lain seperti penciptaan lapangan pekerjaan.

Sebagai perbandingan, untuk tahun ini, BKPM diberikan target raupan investasi di kisaran Rp858 triliun.

"Target Bapak Presiden 2022 investasi kita di atas Rp1.100 triliun jadi untuk pertumbuhan di atas 5 persen itu harus investasi Rp1.100-Rp1.200 triliun," jelasnya pada acara Menteri Investasi/Kepala BKPM Menjawab Apeksi, Senin (10/5).

Saat ini, aturan turun UU Ciptaker yang disahkan pada November 2020 lalu itu masih diselesaikan.

Menurut Bahlil, saat ini, sinkronisasi peraturan masih dilakukan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sekitar 80-90 persen aturan turunan sudah dirampungkan.

Ia menargetkan seluruh aturan pelaksanaan selesai digarap akhir bulan ini.

"Menyangkut permen-permen akan terselesaikan semua di akhir bulan ini (Mei 2021). Bahkan sudah 80-90 persen Permen selesai sinkronisasi," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK