Syarat Debt Collector Boleh Tarik Mobil Leasing

CNN Indonesia | Senin, 10/05/2021 20:42 WIB
Multifinance atau dikenal leasing boleh menggunakan jasa debt collector untuk menarik mobil dari debitur, namun dengan syarat. Multifinance atau dikenal leasing boleh menggunakan jasa debt collector untuk menarik mobil dari debitur, namun dengan syarat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengungkapkan perusahaan pembiayaan (multifinance), dulu dikenal leasing, diperbolehkan menggunakan jasa debt collector atau penagih utang untuk mengeksekusi atau menarik mobil dari debitur yang menunggak cukup lama.

Namun, ada empat syarat yang harus dipenuhi oleh debt collector tersebut. Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menegaskan keempat syarat tersebut harus dipenuhi oleh debt collector sebelum melakukan tugasnya.

"Sebagai eksekutor harus sopan, misalnya ya maaf bapak saya mengganggu perjalanan Anda, saya ingin sampaikan Anda sudah menunggak, saya bawa surat peringatan, kalau pemilik kendaraan marah baru sama-sama ke kantor polisi," ungkap Suwandi kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/5).


Syarat pertama, kata dia, debt collector harus membawa surat kuasa untuk melakukan eksekusi. Kedua, membawa sertifikat fidusia.

Ketiga, membawa surat somasi tahap 1 dan 2 yang menyebut barang milik debitur telat bayar. Keempat, debt collector harus memiliki dan membawa sertifikat dalam menagih utang.

Penjelasan Suwandi tersebut menanggapi aksi debt collector yang mengadang anggota Badan Pembina Desa (Babinsa) Serda Nurhadi. Kedua pihak terlibat perselisihan dan perebutan kunci mobil.

Menanggapi kejadian itu, Suwandi mempertanyakan kepemilikan surat eksekusi 11 debt collector tersebut.

Sebab, ia menegaskan debt collector harus mengantongi surat eksekusi sebelum mengambil mobil dari tangan debitur.Selain itu, debt collector harus memiliki sertifikasi sah.

"Harus ikut ujian dulu kayak dapat SIM," terang Suwandi.

Sebelumnya, 11 debt collector mengadang sebuah mobil yang dikemudikan Serda Nurhadi diduga karena kendaraan itu menunggak cicilan selama delapan bulan.

Aksi pengadangan di Tol Koja Barat-Jakarta Utara tersebut diketahui terjadi pada Kamis (6/5) lalu. Karena aksi kasar itu, Pangdam TNI meminta perusahaan-perusahaan tidak lagi menggunakan jasa penagih utang.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK