Erick Thohir Jajaki Kerja Sama Energi hingga Investasi di AS

CNN Indonesia
Selasa, 11/05/2021 12:52
Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menjajaki kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan investasi.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk menjajaki kerja sama di bidang energi, kesehatan, dan investasi hingga 11 Mei waktu setempat.

Terkait kerja sama bidang energi, Erick menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk., dan Air Products & Chemical Inc. (Air Products) pada proyek strategis nasional gasifikasi batu bara (DME Coal) hari ini, Selasa (11/5).

Penandatanganan amandemen kerja sama dalam proyek gasifikasi batu bara antara Pertamina dan Bukit Asam dengan Amerika Serikat. Perjanjian ini sekaligus menjadi kesepakatan Processing Service Argument atas proses gasifikasi batu bara yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.


Menurut Erick, gasifikasi batu bara merupakan salah satu wujud meningkatkan perekonomian nasional sebab selain memaksimalkan potensi yang dimiliki, proyek ini juga akan menghilangkan ketergantungan terhadap proyek impor.

"Gasifikasi batu bara memiliki nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro. Akan menghemat neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, dan menghemat cadangan devisa," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (11/5).

Erick pun optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat besar di tengah usaha membangkitkan perekonomian nasional.

"Tentu kami berharap kerja sama ini menjadi salah satu bagian dari momentum kebangkitan perekonomian nasional. Dengan memastikan tersedianya kebutuhan energi yang mandiri, kita berharap sektor makro dan mikro dapat terus tumbuh dan menjadi pilar perekonomian nasional," ujar Erick.

Selain itu, juga menjajaki kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil di bidang Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang ditujukan untuk menekan emisi karbon serta upaya Enhance Oil and Gas Recovery di sumur-sumur Pertamina.

Kerja sama tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, juga transformasi ke green economy serta energi baru dan terbarukan.

"Kerja sama gasifikasi bisa menghemat cadangan devisa hingga 9,7 triliun rupiah per tahun dan menyerap 10 ribu tenaga kerja. Sementara, dengan ExxonMobil ada potensi kerja sama untuk pengembangan riset dan teknologi migas untuk sektor hulu, hilir, energi terbarukan maupun potensi lainnya," imbuhnya.

Sementara itu bidang kesehatan, Erick  fokus pada penjajakan kerja sama antara Holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dengan sejumlah institusi kesehatan terkemuka di Amerika Serikat.

Beberapa di antaranya adalah pusat perawatan kanker City of Hope National Medical Center, pusat penanganan kesehatan dan kebugaran komunitas lansia University of South Carolina (USC) School of Gerontology, juga pusat praktik klinik, riset, dan pendidikan Mayo Clinic.

"Kami ingin membangun dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia, juga berinvestasi di Sanur, Bali, yang akan dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata Kesehatan," imbuh Erick.

Sementara di bidang investasi, Erick melakukan pertemuan dengan beberapa private equities yang berbasis di California, Amerika Serikat untuk menarik investasi ke Indonesia melalui Indonesia Investment Authority (INA) Sovereign Wealth Fund.

"Kami memfokuskan pada investasi strategis di program infrastruktur, hal ini disambut baik oleh para calon investor yang kami temui," pungkas Erick.



(hrf/age)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK