Larangan Mudik Bikin Konsumsi Listrik Meningkat

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 14:38 WIB
PLN memprediksi kebijakan larangan yang membuat masyarakat tetap berada di rumah akan mendorong peningkatan beban listrik di Jawa, Madura, dan Bali. PLN memprediksi kebijakan larangan yang membuat masyarakat tetap berada di rumah akan mendorong peningkatan beban listrik di Jawa, Madura, dan Bali.(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memprediksi kebijakan larangan mudik yang membuat masyarakat tetap berada di rumah akan mendorong peningkatan beban listrik di Jawa, Madura, dan Bali, selama periode Lebaran 2021.

"Beban terendah saat Idulfitri normal, artinya masyarakat boleh mudik sekitar 16 ribu sampai 17 ribu MW. Kami memprediksi beban tahun ini sekitar 20 ribu MW," kata Direktur Bisnis PLN Regional Jawa, Madura, dan Bali, Haryanto dikutip dari Antara, Selasa (11/5).

Sementara itu, secara data year-on-year pada 2020 lalu realisasi beban listrik saat Lebaran tercatat sebesar 19 ribu MW atau lebih rendah dibandingkan proyeksi beban pada 2021 yang mencapai 20.201 MW.

"Kurva sejak 6 Mei terus turun dari sekitar 25.000 MW sampai nanti paling rendah saat Lebaran tanggal 13 Mei pada angka 20 ribu MW. Kemudian naik lagi bertahap sampai normal pada Senin (pekan depan)," kata Haryanto.


Secara kelistrikan, PLN menyimpan cadangan sebesar 9.028 MW untuk mengantisipasi kenaikan beban listrik selama Lebaran 2021 dan memaksimalkan regional balance dengan melakukan transfer daya dari wilayah timur ke barat.

Adapun dari sisi energi primer berupa batu bara, gas, dan BBM ini juga sudah dilakukan pengamanan agar selama Lebaran dan pasca Lebaran juga berjalan baik. Sumber pembangkit listrik dipasok dari PLTU Cikarang, PLTU Paiton, PLTGU Muara Tawar, PLTA Saguling hingga PLTG Grati.

"Untuk persiapan Idul Fitri ini kami melakukan assessment dan pemeliharaan fasilitas kelistrikan mulai dari pembangkit, transmisi, dan distribusi. Bahkan ada pembangkit yang sengaja kami padamkan untuk dipelihara karena beban rendah," kata Haryanto.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK