Gojek Buka Suara Soal Ojol 'Lenyap' selama Lebaran 2021

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 23:20 WIB
Senior VP Corporate Affairs Gojek mengaku pihaknya memahami banyak driver yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga pada Idulfitri. Senior Vice President Corporate Affairs Gojek memaparkan pihaknya memiliki program hari raya untuk memastikan layanan bagi pelanggan sejak 11 Mei 2021. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan penyedia layanan transportasi via daring, Gojek, buka suara terkait minim driver atau mitra ojek online (ojol) yang menyediakan jasanya selama masa libur hari raya Idulfitri 1442 H.

Sebagai informasi, sejak hari raya Idulfitri pada Kamis (13/5), pengguna ojol, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya kesulitan mendapatkan layanan transportasi via online tersebut. Hal itu pun menjadi perbincangan di media-media sosial.

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi Purnomo menyebut pihaknya memahami banyak driver yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga selama perayaan Idulfitri.


Oleh karena itu, untuk memastikan tersedianya layanan untuk pelanggan pada perayaan Idulfitri, dia mengatakan Gojek mengeluarkan program Hari Raya sejak 11 Mei 2021 lalu.

"Selain program Hari Raya tersebut yang merupakan program pendapatan khusus berdasarkan kondisi ketersediaan supply dan demand saat ini, Gojek juga telah memiliki program khusus bagi mitra driver yaitu program Swadaya," katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/5).

"Program Swadaya memberikan kesempatan kepada mitra driver menambah pendapatan dan mengurangi biaya operasional sehari-hari melalui berbagai inisiatif dan program yang dapat dinikmati oleh mitra driver beserta keluarganya," imbuhnya tanpa membeberkan lebih lugas manfaat dari program tersebut bagi mitra ojol.

Secara terpisah, Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengaku lenyapnya bonus untuk driver ojol menjadi alasan banyaknya koleganya yang enggan bekerja pada hari Lebaran tahun ini.

"Jadi semenjak dikurang-kuranginnya bonus jadi menurunkan temen-temen ojol untuk mencari order. Apalagi ini sedang hari raya ya, jadi lebih banyak yang memilih bersama keluarga dibanding narik," tuturnya.

Menurut Igun bonus yang diberikan perusahaan aplikasi ojek online terus dipangkas secara langsung telah membuat banyak driver yang tidak lagi sesemangat dulu. 

Ujung-ujungnya, kata dia, loyalitas mereka pun menurun.

"Artinya perlu effort (usaha) lebih untuk bisa dapat bonus, sedangkan kalau di hari raya ya itu order enggak terlalu banyak. Jadi, narik pun tidak banyak yang tidak bisa dapat bonus," kata dia.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada perusahaan aplikasi ojol untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mitranya. Kalau begini, dampaknya akan mengarah ke layanan ke pelanggan.

Dia memprediksikan para driver baru akan kembali bekerja normal pada Senin (17/5) mendatang.

(wel/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK