Daftar Direksi BUMN yang Dipecat Erick Thohir Gegara Kasus

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 20:32 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir pernah memecat sejumlah direksi BUMN akibat tercoreng kasus tertentu. Berikut beberapa di antaranya. Menteri BUMN Erick Thohir pernah memecat sejumlah direksi BUMN akibat tercoreng kasus tertentu. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir memecat dua direksi PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) karena kasus penggunaan antigen bekas untuk pemeriksaan covid-19 di Bandara Kualanamu belum lama ini.

Mereka adalah Adil Fadilah Bulqini yang menjabat sebagai direktur utama dan Ilham Sabariman yang menjabat sebagai direktur keuangan, umum, dan SDM.

Kendati begitu, pemecatan direksi perusahaan negara akibat suatu kasus sejatinya bukan pertama terjadi. Erick sebelumnya juga pernah memecat beberapa direksi BUMN lain akibat tercoreng kasus tertentu. Siapa saja mereka? Berikut beberapa diantaranya:


1. I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara

Erick memecat Ari pada penghujung 2019. Ari didepak dari kursi orang nomor satu di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson menggunakan pesawat maskapai pelat merah.

Tak cuma memecat Ari, Erick juga mencopot Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Keempatnya ikut terpental karena berada dalam penerbangan saat komponen Harley diselundupkan dari luar negeri ke tanah air.

2. Herman Hidayat dan Rony Hanityo Apriyanto

Herman dan Rony merupakan direktur PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri. Keduanya diberhentikan pada Januari 2020.

Keduanya didepak Erick di tengah kasus dugaan korupsi di Asabri. Selain itu, Asabri juga mencatatkan penurunan aset karena menempatkan investasi di saham grup usaha Benny Tjokrosaputro.

Tercatat, aset perusahaan turun dari kisaran Rp19,4 triliun pada 2018 menjadi Rp10,6 triliun sebelum audit pada 2019.

3. Budiman Saleh

Erick mencopot Budiman Saleh dari kursi direktur utama PT PAL Indonesia (Persero) pada April 2021. Sebelumnya, Budiman ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (Persero) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Budiman diduga terlibat ketika menjabat sebagai Direktur Aerostructure PTDI pada 2007-2010, Direktur Aircraft Integration PTDI pada 2010-2012) dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI pada 2012-2017.

4. Desi Arryani

Desi sebelumnya merupakan direktur utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Ia dicopot Erick dari kursi utama perusahaan operator tol itu pada Juni 2020. Desi diganti saat kasus dugaan korupsinya diendus oleh KPK.

Kasus dugaan korupsi tersebut muncul saat Desi menjabat sebagai kepala divisi III di PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Desi juga diduga memunculkan proyek fiktif di perusahaan.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK