5 Janji Pembenahan KFD Agar Kasus Antigen Bekas Tak Terulang

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 11:39 WIB
Kimia Farma Diagnositika berjanji melakukan 5 pembenahan supaya kasus penggunaan antigen bekas yang mencoreng nama mereka tak terulang. Berikut rinciannya. Kimia Farma Diagnositika berjanji melakukan 5 pembenahan supaya kasus penggunaan antigen bekas yang mencoreng nama mereka di Medan tak terulang. Ilustrasi. (Arsip Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direksi baru PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) berjanji melakukan pembenahan di seluruh laboratorium dan klinik perusahaan supaya operasinya sesuai dengan standard operating procedure (SOP) dan kasus antigen bekas yang mencoreng nama perusahaan tak terulang lagi.

Setidaknya ada lima pembenahan yang akan dilakukan. Pertama, restrukturisasi organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan.

Kedua, penguatan sistem layanan dan supporting dengan mengedepankan aplikasi digital dan cashless.


Ketiga, pengawasan berupa inspeksi mendadak dari pihak ketiga, dinas kesehatan, aparat kepolisian, dinas lingkungan hidup, serta instansi lainnya.

Keempat, sistem pengawasan internal (SPI) yang akan digelar ke seluruh wilayah Indonesia. Kelima, penempatan petugas pengawas mutu di setiap branch manager dan outlet KFD.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama KFD Agus Chandra mengatakan internal perusahaan akan memastikan seluruh klinik dan laboratorium memenuhi dan menjalankan SOP.

[Gambas:Video CNN]

"Saya sebagai Plt Dirut KFD diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra KFD dalam memberikan layanan klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan tata kelola KFD," kata Agus.

Sebagai informasi KFD memang tengah tercoreng oleh kasus penggunaan alat antigen bekas untuk pemeriksaan covid-19. Kasus ini bermula dari penggerebekan layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumut pada Selasa (27/4).

Layanan rapid test antigen di bandara internasional itu diduga menggunakan alat bekas. Dugaan ini muncul dari investigasi Krimsus Polda Sumut atas banyaknya penumpang bandara yang dinyatakan positif usai menjalani pemeriksaan covid-19 setelah menjalani layanan tersebut.

Dari penggerebekan tersebut, Polda mengamankan lima pegawai, dari kasir hingga analis serta barang bukti, seperti alat tes, stik antigen, tabung, hingga uang Rp177 juta.

Atas kasus itu, Menteri BUMN memecat semua direksi PT KFD. Selanjutnya, ia mengangkat Agus sebagai Plt Direktur Utama KFD dan Abdul Azis sebagai Plt Direktur KFD. Perubahan dilakukan demi membangun kembali kepercayaan publik atas citra dan persepsi positif Kimia Farma.

KFD merupakan anak usaha Kimia Farma Apotek yang menyediakan layanan klinik kesehatan dan laboratorium klinik kesehatan berkualitas.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK