Morgan Stanley Ramal Utang RI Capai 47,8 Persen PDB di 2022

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 20:15 WIB
Morgan Stanley memproyeksikan rasio utang Indonesia terhadap PDB akan meningkat ke angka 44,9 persen pada 2021 dan 47,8 persen pada 2022. Morgan Stanley memproyeksikan rasio utang Indonesia terhadap PDB akan meningkat ke angka 44,9 persen pada 2021 dan 47,8 persen pada 2022.(CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Morgan Stanley memproyeksikan rasio utang Indonesia terhadap PDB akan meningkat ke angka 44,9 persen pada 2021 dan 47,8 persen pada 2022. Hal ini, menurut lembaga keuangan asal AS tersebut, jadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menjaga kesinambungan fiskal pasca pandemi.

"Saat ini, para pembuat kebijakan sedang mengarahkan langkah konsolidasi fiskal secara bertahap untuk menyeimbangkan antara mendukung pertumbuhan dan mengelola neraca fiskal. Pasca pemulihan, kebijakan exit strategy yang kredibel akan menjadi kuncinya," tulis Deyi Tan, Asia Economist Morgan Stanley, dalam laporannya dikutip CNNIndonesia.com Selasa (18/5).

Sementara itu, risiko pertumbuhan lainnya yang harus diperhatikan adalah situasi covid-19 dan peluncuran vaksin, laju reformasi struktural, lingkungan pendanaan dan harga komoditas dan serta permintaan global.


Namun, Morgan Stanley juga memprediksi kondisi stabilitas makro Indonesia akan tetap terkendali. Dalam hal ini, mereka menilai kenaikan suku bunga AS tidak akan menyebabkan siklus kenaikan suku bunga yang mengganggu di Indonesia seperti saat taper tantrum 2013.

"Ini karena kami memperkirakan kenaikan suku bunga riil AS akan terjadi secara bertahap dan teratur, mengingat kerangka kerja penargetan inflasi rata-rata Fed," lanjutnya

Selain itu, indikator stabilitas makro Indonesia juga sebagian besar telah membaik dibandingkan 2013, dengan defisit transaksi berjalan yang menyusut, inflasi lebih rendah dan perbedaan suku bunga riil versus AS lebih yang lebih baik.

"Namun, risiko yang harus diperhatikan adalah pengetatan yang mengganggu kondisi keuangan AS jika stimulus fiskal yang agresif di AS menyebabkan inflasi AS tetap di atas 2,5 persen secara terus-menerus dan pada saat yang sama diiringi dengan tingkat pengangguran AS yang lebih rendah," tandasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah Indonesia mencapai Rp6.445,07 triliun per Maret 2021. Rasio utang setara 41,64 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Jumlah itu meningkat Rp84,05 triliun atau 1,32 persen dari Rp6.361,02 persen pada Februari 2021. Begitu juga secara persentase, naik dari sebelumnya 41,1 persen terhadap PDB.

Sedangkan dari sisi persentase, rasio utang tersebut telah melewati batas yang selama ini berusaha dijaga pemerintah, yaitu 30 persen dari PDB. Namun, belum melewati batas Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu 60 persen dari PDB.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK