Rionald Silaban, 'Orang Terkaya RI' Jadi Ketua Satgas BLBI

CNN Indonesia | Jumat, 04/06/2021 10:30 WIB
Rionald Silaban mengemban tugas untuk memimpin pengejaran aset dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Rionald Silaban mengemban tugas untuk memimpin pengejaran aset dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Arsip Kemenkeu via CNBC Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (KemenkeuRionald Silaban resmi dilantik menjadi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada hari ini, Jumat (4/6).

Rio, sapaan akrabnya, akan mengemban tugas untuk memimpin pengejaran aset dana BLBI sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ia akan memimpin satgas yang dibentuk dengan masa kerja sampai 31 Desember 2023.

Penunjukan Rio sebelumnya dituangkan Jokowi dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI. Beleid dikeluarkan pada 6 April 2021. 


Jokowi membentuk Satgas BLBI karena nilai aset dana BLBI yang seharusnya kembali ke negara terbilang besar. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD mencatat nilai aset dana BLBI yang dapat dikembalikan ke negara mencapai Rp110,45 triliun.

Rinciannya, tagihan berbentuk kredit Rp101 triliun, properti lebih dari Rp8 triliun, dan sisanya berupa mata uang asing dan saham.

Sebelum resmi dilantik menjadi Ketua Satgas BLBI, Rio pernah menyatakan bakal terus mengejar dana BLBI meski harus sampai ke luar negeri. Rio mencatat ada 22 obligor yang terlibat dan menjadi incaran pemerintah dan debitur dengan jumlah cukup banyak.

"Pada dasarnya pemerintah akan menagih, sehingga kalau pun kita harus menagih dan mengejar aset ke luar negeri, itu akan kita lakukan," ujar Rio, beberapa waktu lalu.

Dari sisi karir, Rio sebenarnya baru saja mendapat penugasan baru dari Sri Mulyani menjadi Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu. Tepatnya sejak 12 Maret 2021.

Ia menggantikan Isa Rachmatarwata yang ditarik menjadi Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu. Sebelum di DJKN, ia menduduki jabatan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK).

Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyebut Rio sebagai "orang terkaya di Indonesia" mengingat tugasnya mengelola aset negara yang nilainya mencapai lebih dari Rp6.000 triliun.

"Saya terima kasih ke Pak Isa yang sudah terlanjur terkenal sebagai 'orang terkaya' di Indonesia. Hari ini terpaksa statusnya berganti oleh pak Rio (Rionald Silaban) yang sebagai orang terkaya di Indonesia," ujar Sri Mulyani saat memberi sambutan dalam pelantikan Rio sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara Maret lalu.

[Gambas:Video CNN]



(uli/ulf)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK