Menhub Beberkan Skema Pendanaan Proyek LRT Jabodebek

CNN Indonesia | Rabu, 09/06/2021 20:49 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi menerangkan pendanaan proyek LRT Jabodebek berasal dari pernyertaan modal negara dan pinjaman yang diperoleh PT KAI (Persero). Menhub Budi Karya Sumadi menerangkan pendanaan proyek LRT Jabodebek berasal dari pernyertaan modal negara dan pinjaman yang diperoleh PT KAI (Persero). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan skema pendanaan proyek LRT Jabodebek. Dalam proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu, pemerintah menyuntikkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp7,6 triliun.

Sisa modalnya, sekitar Rp20 triliun, berasal dari utang PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku operator, kepada pihak ketiga.

"Tidak semua ini merupakan uang pemerintah, PT KAI hanya mendapatkan PMN sejumlah Rp7,6 triliun. Sisanya merupakan loan (pinjaman)," katanya pada keterangan pers daring, Rabu (9/6).


Nantinya, LRT dengan landasan sepanjang 44 km ini akan menjadi salah satu dari moda transportasi yang terintegrasi di Jabodebek bersama MRT, kereta api, dan bus Trans Jakarta.

Mengaku mendapatkan dukungan penuh dari Presiden, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Budi menyebut transportasi umum tidak hanya akan diperbaiki di darat, tapi juga di udara dan laut.

Adapun progres LRT saat ini sudah mencapai 84,7 persen. Proyek tersebut masih memiliki satu tahun hingga operasi dibuka pada Juni mendatang.

Selanjutnya, Budi menekankan soal keamanan dari LRT buatan dalam negeri ini. Ia mengingatkan untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang, di samping kenyamanannya.

"Kita masih punya waktu satu tahun untuk mengintegrasikannya, sehingga keselamatan menjadi satu faktor penting," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK