Maskapai Bisa Dituntut Bila Tak Kembalikan Refund

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 11:41 WIB
Maskapai Ryanair dan British Airways diduga melanggar hukum karena menolak mengembalikan dana (refund) penumpang yang gagal terbang di era pandemi. Maskapai Ryanair dan British Airways diduga melanggar hukum karena menolak mengembalikan dana (refund) penumpang yang gagal terbang di era pandemi. (Wikipedia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Regulator anti-monopoli Inggris sedang menyelidiki maskapai Ryanair dan British Airways terkait dugaan melanggar hukum karena menolak mengembalikan uang (refund) kepada pelanggan yang tidak dapat melakukan penerbangan selama penguncian wilayah (lockdown) covid-19.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (9/6), Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) mengatakan bahwa maskapai penerbangan kemungkinan telah melanggar hak hukum konsumen dengan menolak pengembalian uang tunai.

Dalam banyak kasus, sebetulnya operator menawarkan voucher atau opsi untuk memesan ulang.


Diketahui, selama penguncian wilayah, pemerintah Inggris melarang warganya bepergian ke luar negeri untuk keperluan tidak mendesak. Pembatasan ini dicabut pada 17 Mei lalu dengan peringatan untuk tidak bepergian ke negara tertentu.

"Meskipun kami memahami bahwa maskapai mengalami masa sulit selama pandemi, namun penumpang tidak boleh diperlakukan secara tidak adil karena mengikuti hukum. Kami percaya mereka seharusnya ditawari uang mereka kembali," tutur CEO CMA Andrea Coscelli seperti dikutip dari CNN Business, Kamis (10/6).

Regulator memastikan akan berusaha menyelesaikan dugaan dengan Ryanair dan British Airways sebelum menegakkan undang-undang perlindungan konsumen melalui pengadilan.

"Pada akhirnya, hanya pengadilan yang dapat memutuskan apakah telah terjadi pelanggaran," tambahnya.

Ryanair, maskapai bertarif murah terbesar di Eropa, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memberi refund untuk kasus yang dapat dibenarkan (justified).

"Sejak Juni 2020, semua pelanggan kami juga dapat memesan ulang penerbangan mereka tanpa membayar biaya tambahan dan jutaan pelanggan kami di Inggris telah memanfaatkan opsi ini," kata Ryanair.

Sedangkan Juru Bicara British Airways mengklaim maskapai telah bertindak sesuai hukum.

"Kami telah memberikan lebih dari 3 juta refund dan membantu jutaan pelanggan kami mengubah tanggal atau tujuan perjalanan mereka. Sangat mencengangkan pemerintah berusaha untuk menghukum lebih lanjut sebuah industri yang sedang babak belur, setelah melarang maskapai terbang selama lebih dari setahun," kata British Airways.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK