Potret Pengangguran dan Kemiskinan Era SBY

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 17:45 WIB
Presiden ke-6 RI SBY mengklaim pengangguran dan kemiskinan berkurang secara drastis di masa akhir kepemimpinannya. Berikut rincian datanya. Presiden ke-6 RI SBY mengklaim pengangguran dan kemiskinan berkurang secara drastis di masa akhir kepemimpinannya.(ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim pengangguran dan kemiskinan berkurang secara drastis di masa akhir kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Indonesia. Ia mengatakan penurunan itu efek dari kebijakan-kebijakan ekonomi yang diterapkan selama menjabat.

"Alhamdulillah sejarah membuktikan kalau dulu setelah selesai memimpin, pengangguran kita drop, kemiskinan kita drop segera signifikan dan pertumbuhan meningkat dengan baik," ucap SBY saat sidang promosi doktor anak keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono yang berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), Kamis (10/6).

Lantas, apakah betul angka pengangguran dan kemiskinan selama kepemimpinan SBY turun drastis? Untuk mengetahui hal tersebut, CNNIndonesia.com merangkum data jumlah pengangguran dan kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS)selama kepemimpinan SBY selama dua periode yakni sejak 2004 hingga 2014 lalu.


Pengangguran

BPS mencatat angka pengangguran selama kepemimpinan SBY berada di rentang 7,14 juta orang hingga 11,89 juta orang. Tren pengangguran selama masa kepemimpinan SBY memang turun, namun masih dalam kisaran angka tersebut.

Pada awal kepemimpinannya, angka pengangguran sebanyak 10,25 juta orang di 2014. Setelah 2004, BPS merilis angka pengangguran sebanyak dua kali dalam setahun.

Pada Februari 2005 jumlah pengangguran bertambah menjadi 10,85 juta orang dan 11,89 juta orang pada November 2005. Ini merupakan angka pengangguran tertinggi di masa kepemimpinan SBY.

Pada 2006, jumlah pengangguran mencapai 11,10 juta orang di Februari dan 10,93 juta orang di Agustus. Jumlah pengangguran belum banyak berubah di 2007, yakni 11,10 juta orang pada Februari dan 10,93 juta orang di Agustus 2007.

Pada 2008, jumlah pengangguran bisa ditekan di bawah 10 juta. Detailnya, 9,42 juta orang pada Februari 2008 dan 9,39 juta orang di Agustus 2008.

Jumlah pengangguran pada periode kedua kepemimpinan SBY lebih baik, yakni bisa dipertahankan di bawah 10 juta orang.

Detailnya, 9,25 juta orang di Februari 2009 dan 8,96 juta orang pada Agustus 2009. Pada 2010, angkanya tidak banyak berubah yakni 8,59 juta orang di Februari dan 8,31 juta orang di Agustus 2010.

Selanjutnya, jumlah pengangguran pada Februari 2011 sejumlah 8,37 juta orang dan pada Agustus 2011 sebanyak 8,68 juta orang.

Memasuki 2012, jumlah pengangguran bisa ditekan menjadi 7 jutaan orang. Rinciannya, 7,75 juta orang di Februari 2012 dan 7,34 juta orang di Agustus 2012. Kemudian, 7,24 juta orang pada Februari 2013 dan 7,41 juta orang pada Agustus 2013.

Pada akhir kepemimpinan SBY, jumlah pengangguran mencapai level terendah yakni 7,14 juta orang pada 2014. Namun, bertambah menjadi 7,24 juta orang di Agustus 2014.

Apabila dibandingkan era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), angka pengangguran selama periode kepemimpinan Jokowi berada di kisaran 7 jutaan orang setiap tahunnya. Dengan demikian, jumlah pengangguran masa kepemimpinan Jokowi lebih rendah dibandingkan era SBY.

Jumlah pengangguran masa pemerintahan Jokowi mencapai level terendah pada Februari 2019 yakni 6,89 juta orang. Namun setelah itu naik menjadi 7,1 juta orang di Agustus 2019 dan tembus 9,76 juta orang pada Agustus 2020.

Kenaikan jumlah pengangguran tersebut disebabkan pandemi covid-19 yang menekan banyak sektor sehingga perusahaan terpaksa memangkas jumlah pekerja. Namun, data BPS terakhir mengungkapkan jumlah pengangguran berkurang menjadi 8,74 juta orang pada Februari 2021 lalu.

Kemiskinan Era SBY

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK