Alasan Erick Thohir Tunjuk Doni Monardo Jadi Komut Inalum

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 18:59 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengangkat Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada Kamis (10/6). Berikut alasannya. Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengangkat Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pada Kamis (10/6). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) resmi mengangkat Doni Monardo sebagai Komisaris Utama pada Kamis (10/6). Doni menduduki posisi yang sebelumnya dijabat oleh Agus Tjahajana Wirakusumah.

Menteri BUMN Erick Thohir menilai Doni merupakan sosok yang berpengalaman, memiliki kemampuan, dan jaringan yang diperlukan oleh perseroan.

"Inalum mengelola aset vital negara di bidang pertambangan yang memiliki rencana besar di bidang kinerja dan aksi korporasi, dengan mementingkan keharmonisan dengan lintas stakeholder," ujar Erick dalam keterangan resmi, Jumat (11/6).


Menurut Erick, Doni merupakan sosok yang mengedepankan dialog dan kolaborasi lintas stakeholder untuk mengatasi masalah, dan mencapai kemajuan. Hal itu terlihat dari sepak terjang Doni dari Aceh hingga Papua, dari pemulihan daerah aliran sungai Citarum, penghijauan di Sulawesi Selatan hingga terakhir dalam memitigasi pandemi covid-19.

"Kepedulian dan kiprahnya di bidang pemulihan lingkungan hidup menjadikannya figur yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara upaya pemberdayaan dan menjaga keberlanjutan lingkungan yang dilakukan Inalum serta anak-anak perusahaannya," ujarnya.

Doni memulai karirnya di korps pasukan elit Kopassus dalam periode 1986-1998. Setelah 12 tahun berkarir di Kopassus, pada 1999 Doni ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali hingga 2001.

Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini kemudian menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat kepemimpinan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Karier alumnus Akademi Militer 1985 itu terbilang moncer.

Ia dipromosikan menjadi Komandan Grup A Paspampres pada 2008. Ia kemudian mendapat kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor pada 2010. Selang beberapa bulan, ia diangkat menjadi wakil komandan jenderal Kopassus hingga 2012.

Selanjutnya, Doni diangkat menjadi komandan Paspampres era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga 2014. Kala itu, ia naik pangkat menjadi mayor jenderal alias bintang dua.

Pangkat Doni terus menanjak sebagai komandan jenderal Kopassus pada 2014. Setahun memimpin pasukan elit Angkatan Darat (AD), ia diangkat menjadi Pangdam XVI/Patimura. Setelah itu, Doni dipercaya menjabat Pangdam III/Siliwangi hingga 2018.

Karir Doni berlanjut di luar instansi militer. Ia diangkat menjadi sekretaris jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) pada 2018 sampai 2019. Setelah itu, ia diangkat sebagai kepala BNPB menggantikan Laksamana Muda Purn. Willem Rampangilei.

Terakhir, Doni menjabat sebagai Kepala BNPB/Ketua Satgas Penanganan covid-19. Purnawirawan Angkatan Darat ini pada bulan Maret lalu juga dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh IPB atas dedikasi dan jasanya dalam penyelamatan lingkungan.

Sebagai informasi, Inalum merupakan holding BUMN industri pertambangan yang beranggotakan PT Freeport Indonesia, PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan saham minoritas di PT Vale Indonesia Tbk.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK