Staf Erick Thohir soal Utang BUMN Rp5.000 T: Masih Aman

CNN Indonesia | Kamis, 10/06/2021 20:03 WIB
Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga meyakini utang perusahaan pelat merah yang sudah bengkak sampai Rp5.000 triliun masih aman karena rasionya masih kecil. Kementerian BUMN meyakini utang perusahaan pelat merah yang sudah tembus Rp5.000 triliun masih sehat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan soal utang BUMN yang membengkak hingga Rp5.000 triliun dan kerap disalahpahami oleh masyarakat.

Itu diberikan karena total utang tersebut tidak dirinci dan dibedakan mana yang merupakan pendanaan dan yang bukan pendanaan BUMN.

Ia mengatakan saat ini utang BUMN yang tercatat sebagai pendanaan (surat utang dan sebagainya) hanya sekitar Rp2.000 triliun. Sedangkan ekuitas BUMN tercatat sebesar Rp2.500 triliun.


Dengan demikian, jika dibandingkan, posisi utang tersebut masih aman. Sebab, rasionya dengan ekuitas masih berada di bawah 1,5 kali.

"Jadi kalau kami lihat rasio utang atau DER itu berada di posisi 0,7 kali atau di bawah 1. Sementara kesehatan struktur utang itu DERnya harus di bawah 1,5 kali baru dikatakan sehat. Ini masih 0,7 jadi masih sekitar setengah dari DER," ujarnya dalam diskusi bertajuk BUMN, Apa Masalah dan Solusinya, Kamis (10/6).

Di sisi lain, utang BUMN yang berasal dari non pendanaan masih di kisaran Rp3.100-an triliun.

[Gambas:Video CNN]

Utang ini bisa berupa simpanan masyarakat di bank BUMN yang sebenarnya tak dapat dikategorikan utuh sebagai utang.

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan aset lancar BUMN yang mencapai sekitar Rp4.500 triliun, utang yang berupa simpanan masyarakat di bank tersebut juga masih dalam kategori aman.

"Jadi itu masih jauh. Bedanya sekitar Rp1.400 triliun, beda aset lancar dengan posisi utang. Kasarnya kalau uang perbankan diambil semua, tapi enggak mungkin kan dan enggak kita harapkan, tetap bisa sehat, Artinya uang kita masih ada," tuturnya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK