Pelabuhan Priok Akan Digitalisasi Sistem untuk Setop Pungli

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 07:31 WIB
Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan Syahbandar Utama Tanjung Priok akan mengubah layanan transaksi secara fisik menjadi digital. Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan Syahbandar Utama Tanjung Priok akan mengubah layanan transaksi secara fisik menjadi digital.Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan Syahbandar Utama Tanjung Priok akan mengubah layanan transaksi billing, gate, dan tally di yard secara fisik menjadi digital. Hal ini dilakukan untuk menghindari pungutan liar alias pungli di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang kini tengah viral di publik.

"Untuk jangka pendek, kami akan lakukan sosialisasi himbauan untuk tidak terjadi pungutan liar lagi dan nanti juga ada digitalisasi yang dapat menghindari pungutan liar dan mengurangi interaksi," ungkap Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Wisnu Handoko dalam keterangan resmi, Selasa (15/6).

Selanjutnya, otoritas akan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada publik, pemetaan kerawanan lokasi terjadinya aksi premanisme dan pungli, hingga pengawasan dan penjagaan dengan penempatan personil keamanan pada titik macet, aksi preman, dan pungli. Para petugas ini nantinya akan melakukan peringatan dan penindakan kepada operator crane di terminal agar tidak meminta pungli dan sopir agar tidak memberikan setoran pungli.


"Kami bersama operator pelabuhan dan kepolisian juga TNI serta stakeholder pelabuhan terkait terus berkomitmen untuk memberantas praktik pungutan liar terhadap para supir truk kontainer," ujarnya.

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Arif Suhartono mengatakan perusahaan turut berkomitmen memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan dan jika terbukti melakukan pelanggaran akan langsung diberhentikan saat itu juga.

"Dan atas beberapa orang yang ketahuan (melakukan pungli) kami sampaikan yang bersangkutan adalah outsourcing anak perusahaan kami," ucap Arif.

Otoritas pelabuhan meminta masyarakat yang melihat atau mengetahui ada pungli atau pelanggaran lainnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok untuk langsung melaporkan kejadian tersebut ke nomor pengaduan 08119511665.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK