Data Ganjar: 11.438 Pekerja di Jateng Terkena PHK Corona

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 13:15 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pandemi covid telah mengakibatkan 11.438 pekerja di daerahnya terkena PHK dan 36.132 lainnya dirumahkan. Ganjar Pranowo mengatakan 11.438 pekerja di daerahnya terkena PHK dan 36.132 lainnya dirumahkan akibat covid. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkapkan 11.438 pekerja di Jateng terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi corona.

Kondisi tersebut disebabkan oleh pandemi covid-19 yang berdampak negatif pada kinerja perusahan di Jateng. Selain PHK, ia mencatat 36.132 pekerja terpaksa dirumahkan.

"Pekerja yang terdampak pandemi ada 65,8 ribu orang, kemudian PHK 11,4 ribu orang, dan dirumahkan 36 ribu orang lebih," ujarnya pada webinar Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19, Kamis (17/6).


Ia menuturkan sebanyak 440 perusahaan di Jateng terdampak pandemi akibat pelemahan daya beli masyarakat. Dampak paling parah dialami oleh industri garmen, tekstil, dan mebel.

"Itu yang terdampak cukup serius. Bahkan hari ini beberapa perusahaan tekstil yang ada di Jateng mulai punya problem terkait dengan hubungannya, relasinya dengan perbankan, karena beberapa diantaranya menggunakan bank asing," imbuhnya.

Kondisi tersebut akhirnya mendongkrak angka kemiskinan dan pengangguran di Jateng. Pada 2020 lalu, tingkat kemiskinan di Jateng berada di rentang 13,40 persen hingga 12,30 persen.

[Gambas:Video CNN]

Proyeksinya, tingkat kemiskinan bisa ditekan lagi tahun ini menjadi 11,94 persen hingga 11,02 persen. Proyeksi itu dibuat sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional.

Karenanya, untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi, ia menuturkan pemerintah Provinsi Jateng akan menempuh sejumlah strategi mulai dari meningkatkan daya beli masyarakat dengan stimulus belanja pemerintah, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan digitalisasi ekonomi dan keuangan khususnya sektor UMKM.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta mendorong realisasi investasi.

"Strategi pemulihan dari sisi ekonomi dari prasyarat ekonomi untuk bisa tumbuh ini memang protokol kesehatan harus ketat. Memang kadang-kadang antara syarat dengan pertumbuhan ekonomi kalau melakukan protokol kesehatan ketat ekonominya rontok. Membiarkan protokol kesehatan agak longgar ya ekonominya tumbuh, maka ada mitigasi yang kami harapkan lebih presisi," tuturnya.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK