Kolaborasi, Langkah Jitu Percepat UMKM di Tarakan Go Digital

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 11:00 WIB
Grab yang hadir di Tarakan sejak 2018 mendukung pertumbuhan UMKM lokal melalui pembinaan dan pelatihan hasil kolaborasi dengan Pemkot dan Rumah BUMN. Grab yang hadir di Tarakan sejak 2018 mendukung pertumbuhan UMKM lokal melalui pembinaan dan pelatihan hasil kolaborasi dengan Pemkot dan Rumah BUMN. (Foto: Arsip Grab)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penyamarataan digitalisasi UMKM menjadi fokus utama pemerintah Tarakan, karena pelaku UMKM harus memiliki kemampuan digital yang mumpuni. Untuk mencapai tujuan ini, Pemerintah Kota Tarakan tak bisa sendirian untuk mengangkat dan mengembangkan UMKM. Dibutuhkan kolaborasi dengan pihak swasta, salah satunya dengan platform digital Grab.

Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan, Pemkot Tarakan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat digitalisasi kepada sektor UMKM.

"Upaya mempercepat digitalisasi kami mulai dengan memberikan kemudahan berusaha yang cepat dan tidak bertele-tele, namun juga dengan tidak mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.


Dalam catatan Pemkot Tarakan, terdapat 13.427 pelaku UMKM di Bumi Paguntaka ini. Sebagian di antaranya sudah terdaftar sebagai mitra Grab.

Pemkot Tarakan akan terus berupaya menggali potensi unggulan yang dimiliki UMKM di Tarakan untuk terus dikembangkan. Apalagi, produk UMKM di Tarakan sangat beragam. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga yang menjadi ciri khas Tarakan.

"Kota ini memiliki banyak sekali produk olahan hasil perikanan yang sudah terkenal sejak lama, seperti misalnya kepiting soka, olahan ikan tipis, dan aneka kuliner laut yang sudah banyak tersedia di online marketplace," tambahnya.

Salah satu produk ciri khas Tarakan yang tengah gencar dikembangkan, yakni batik khas Tarakan. Produk ini dipandang punya potensi yang cukup besar dalam memajukan geliat perekonomian di Tarakan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru.

"Apalagi, batik yang dikenalkan ini merupakan batik yang ramah lingkungan karena menggunakan pewarna alam dan pengolahannya pun sangat ramah lingkungan," katanya.

Kehadiran Grab di Tarakan pada 2018, menjadi satu momentum untuk mendorong pertumbuhan UMKM di Bumi Paguntaka. Ke depannya Pemkot Tarakan akan terus melakukan kolaborasi untuk membuka pelaku UMKM naik kelas melalui digitalisasi.

"Hadirnya geliat digitalisasi dalam bidang perekonomian, sejauh ini telah memberikan banyak sekali peranan dalam mewujudkan ekosistem usaha yang terbuka, sehat, dan adil tersebut," katanya.

Pelatihan UMKM

GrabRegion Head Kalimantan dan Rest of Indonesian Grab Abriyani Muharommah (kanan) bersama dengan Yayan Nuryana, Manager Enterprise, Government, Business, Rumah BUMN Telkom Tarakan. (Foto: Istimewa)

Sinergi sektor swasta dan pemerintah terbukti berhasil membangkitkan ekonomi lokal di Tarakan. Banyak pembinaan dan pelatihan terhadap UMKM dilakukan Pemkot Tarakan melalui kolaborasi bersama Grab dan Rumah BUMN.

Dalam 10 bulan terakhir, Grab berhasil mengajak ribuan pelaku UMKM memanfaatkan platform digital Grab untuk menawarkan berbagai produk kulinernya melalui GrabFood dan layanan pengantaran dengan GrabExpress.

Melalui kolaborasi Pemkot Tarakan, Grab Indonesia dan Rumah BUMN inilah yang akhirnya membuka jalan bagi UMKM masuk ke ranah digital sekaligus mengembangkan pengetahuan mereka mengenai cara mengelola bisnis dengan baik.

Dengan kolaborasi, Grab Indonesia juga memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk go digital, misalnya membantu para pelaku UMKM untuk mendaftarkan usahanya ke ranah digital melalui platform Grab dan mengedukasi mereka mengenai fitur dan layanan apa yang dapat membantu produktivitas dan visibilitas bisnis mereka.

Manager Enterprise, Government, Business, Rumah BUMN Yayan Nuryana mengatakan, total ada sekitar 5.600 UMKM yang dibina di Rumah BUMN. Mayoritas mereka UMKM di bidang kuliner.

"UMKM yang kita bina itu sekitar 5.600-an, itu kebanyakan dalam bidang kuliner. Harapannya dengan serangkaian pelatihan ini, para pelaku UMKM Taraka bisa naik kelas ke arah go digital dan juga bisa go global." katanya.

Naik Kelas

Salah satu UMKM binaan Rumah BUMN yang juga mitra merchant GrabFood adalah Nasi Kota-KU. UMKM milik Abimanyu Prakarsa ini sudah bisa dibilang naik kelas.

GrabAbimanyu Prakarsa, pemilik usaha kuliner Nasi Kota-ku. (Foto: Istimewa)

Yayan menyebut, sejak mendapat pelatihan dan pembinaan, Nasi kota-KU sudah sangat memanfaatkan teknologi dan platform digital.

"Dia udah naik kelas. Indikatornya dia sudah go modern, digital, dan online," kata Yayan.

Selain bisa mengubah pola kerja menjadi lebih mudah, pendapatan Nasi Kota-KU juga bertambah. Hal itu diakui Abimanyu yang merintis Nasi Kota-KU sejak 2018 lalu tersebut.

"Peningkatan penjualan sebelum dan sesudah gabung Grab itu pasti ada, kira kira 30-40 persen," katanya.

Menurutnya, kehadiran Grab di Tarakan sangat membantu usahanya dalam melakukan penjualan. Apalagi dengan beragam fitur yang diberikan oleh GrabFood dimana hal itu sangat membantu bisnisnya dapat terus berkembang.

"Sangat mendorong penjualan kita, apalagi yang ada di Tarakan itu kan banyak orang-orang yang bukan dari Tarakan, bukanya pasti aplikasi, jadi sangat membantu," katanya.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK