Ekonomi Digital Berkembang Hingga Perbatasan Negeri

Grab, CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 11:51 WIB
Ekonomi digital di Tarakan, Kalimantan Utara, berkembang pesat dengan dukungan Grab Indonesia yang terbukti membantu masyarakat dan UMKM lokal. Ekonomi digital di Tarakan, Kalimantan Utara, berkembang pesat dengan dukungan Grab Indonesia yang terbukti membantu masyarakat dan UMKM lokal. (Foto: Arsip Grab)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan ekonomi digital di Tarakan, sebuah pulau di Kalimantan Utara terbilang cukup pesat. Perkembangan tersebut juga didorong oleh kehadiran perusahaan teknologi Grab Indonesia yang sangat membantu masyarakat Tarakan maupun UMKM lokal untuk berkembang.

Layanan transportasi on-demand dalam ekosistem Grab pun menjadi titik awal perkembangan ekonomi digital di kota kecil ini. Layanan-layanan dari Grab seperti GrabBike, GrabCar, dan GrabExpress telah membuka banyak peluang untuk masyarakat dan UMKM lokal.

Beberapa di antaranya membantu UMKM Tarakan terus berusaha dan berkembang dengan menyediakan akses mudah guna mengirimkan barang ke konsumen mereka. UMKM yang paling banyak memanfaatkan layanan GrabExpress sejauh ini, yakni UMKM yang bergerak dibidang makanan dan minuman, pertokoan, serta UMKM produksi rumahan.

Hal ini menunjukkan bagaimana UMKM di Tarakan dapat beradaptasi dengan cepat dan terus bertahan serta menjaga bisnis mereka tetap berkembang.


Layanan-layanan dari Grab juga menyediakan peluang pendapatan baru untuk pelosok Indonesia seperti menjadi pelaku usaha kuliner dengan memanfaatkan layanan pesan-antar makanan dari GrabFood. Layanan ini juga menimbulkan dampak positif bagi ekosistem bisnis tradisional di mana mereka bisa menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.

Di saat yang sama, berkembangnya bisnis kuliner ini juga memberikan dampak positif kepada pedagang pasar tradisional yang memasok bahan baku untuk para bisnis kuliner ini. Hal ini menunjukkan teknologi dan ekonomi digital bisa menghasilkan ekosistem yang saling menguntungkan.

Wali Kota Tarakan, Khairul mengungkapkan, bahwa terdapat sekitar 13.427 UMKM di kota yang dikenal juga sebagai Bumi Paguntaka ini. Jumlah ini terus bertumbuh dan Pemkot Tarakan mengupayakan agar usaha para pelaku UMKM dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan mengalami peningkatan.

"Pemerintah Kota Tarakan terus berupaya untuk menggali potensi unggulan yang dimiliki kota ini dan masyarakatnya untuk terus dikembangkan," ujarnya.

Khairul menjelaskan, untuk mewujudkan visi terwujudnya Tarakan maju dan sejahtera melalui smart city, mutlak diperlukan ekosistem usaha yang terbuka, sehat, dan adil. Hadirnya geliat digitalisasi dalam bidang perekonomian, sejauh ini telah memberikan banyak sekali peranan dalam mewujudkan ekosistem usaha yang terbuka, sehat, dan adil tersebut.

Menurutnya, kehadiran digitalisasi di sektor ekonomi telah membuka akses dan memudahkan masyarakat dalam menjangkau pasar, modal, rantai distribusi, dan informasi. Tentu saja itu menjadi positif karena mampu membuat ekonomi digital di Tarakan bergerak maju.

Hal ini tidak terlepas pula dari keberadaan berbagai jasa layanan digital berbasis aplikasi, baik di bidang transportasi, e-commerce, maupun finansial yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.

"Jasa layanan digital ini juga telah membuka ratusan lapangan kerja, misalnya Grab yang saat ini telah menggaet lebih dari 400 mitra di Kota Tarakan," katanya.

Respon Positif UMKM

Kehadiran perusahaan teknologi seperti Grab benar-benar membuat para pelaku UMKM di Tarakan tersenyum merekah. Sebab, mereka bisa meningkatkan produktivitas hingga penjualan dengan bergabung bersama Grab.

GrabRosliana, Pemilik Liena Smile Food. (Foto: istimewa)

Rosliana, pemilik Liena Boutique Smile dan Smile Food contohnya. Dia sudah menggeluti bisnis sejak 2004. Berbagai metode dilakukan untuk mengembangkan bisnisnya.

Sejauh ini dia kerap berjualan secara offline untuk toko butiknya. Karena pada saat itu ia merasa belum banyak animo masyarakat Tarakan yang menggunakan media sosial. Namun lambat laun ia pun sadar akan perkembangan zaman terlebih lagi kondisi pandemi, banyak yang mulai melakukan pemesanan secara online.

"Jadi pembelian pakai GrabExpress lebih banyak," katanya.

Menurutnya, sejak kehadiran Grab di Tarakan pada 2018, Liena mulai merambah bisnis kuliner. Dia membuat Smile Food yang kemudian langsung bergabung dengan GrabFood karena ia merasa layanan ini bisa membantunya menjangkau konsumen yang lebih luas.

Sejak itu, Liena mengaku penjualan Smile Food sangat terbantu dengan kehadiran GrabFood.

"Pas Grab itu masuk di Tarakan pada 2018, jadi pas saat itu saya juga merambah kuliner. Jadi benar-benar terbantu banget, dan momentumnya pas," katanya.

GrabAbimanyu Prakarsa, Pemilik Nasi Kota-KU. (Foto: Istimewa)

Hal sama juga dirasakan, Abimanyu Prakarsa, pemilik Nasi Kota-KU. Sejak bergabung dengan GrabFood, pebisnis asal Malang, Jawa Timur ini merasakan peningkatan pendapatan yang signifikan.

"Peningkatan penjualan sebelum dan sesudah gabung itu pasti ada, kira-kira 30-40 persen," katanya.

Menurutnya, kehadiran Grab di Tarakan sangat membantu usahanya dalam melakukan penjualan. Apalagi dengan beragam fitur yang diberikan oleh GrabFood dimana hal itu sangat membantu bisnisnya dapat terus berkembang.

"Sangat mendorong penjualan kita, apalagi yang ada di Tarakan itu kan banyak orang-orang yang bukan dari Tarakan, bukanya pasti aplikasi, jadi sangat membantu," katanya.

Menyambung Hidup Mitra Pengemudi

GrabHeirryah, mitra pengemudi GrabBike di Tarakan saat mengantar penumpang. (Foto: Istimewa)

Sejatinya kehadiran Grab di tanah Tarakan tak cuma membantu para pelaku UMKM, tapi juga kepada mitra pengemudi. Mitra GrabBike perempuan pertama di Tarakan, Heirryah misalnya. Di usianya yang 55 tahun, ibu tiga anak ini masih bisa mendapat penghasilan dari kegiatannya sehari-hari sebagai mitra Grab.

Mitra pengemudi perempuan pertama di Tarakan ini bercerita, sempat bekerja di marketing sebuah perusahaan motor selama tujuh tahun. Setelah anjuran sang anak, dia mencari informasi mengenai Grab.

Setelah berhenti dari tempat kerjanya yang lama, Heirryah kemudian menyambung hidup dengan menjadi mitra pengemudi di Grab. Menurutnya, di masa sulit seperti pandemi ini, Grab sangat membantu dirinya mencari rezeki.

"Dengan keadaan begini, jelas saya perlu uang, saya jujur aja, suami saya lagi off," kata dia menjelaskan tetap bekerja sebagai mitra pengemudi Grab.

Heiryyah mengungkapkan, pendapatannya terbilang lumayan dalam sehari sebagai mitra pengemudi. Jika lagi kurang bersemangat, dia bisa mengantongi Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per hari. Namun jika dalam mood yang bagus, dia bisa mendapat Rp150 ribu hingga Rp200 ribu tiap hari.

Selain pendapatan, Heiryyah mengungkapkan kehadiran Grab juga membantu masyarakat di Tarakan di tengah pandemi. Banyak dari mereka yang tidak bisa keluar rumah memilih menggunakan layanan seperti GrabFood dan GrabExpress untuk membelikan kebutuhannya.

"Sangat bermanfaat. Misalnya GrabExpress. Pernah ada customer anaknya sakit, dan nggak bisa keluar. Dia order GrabExpress untuk membeli obat buat anaknya. Karena toko yang jadi tujuan tutup, saya muter-muter untuk cari toko lain, sampai setengah jam baru dapat," ujarnya.

Terbukti, teknologi digital yang dihadirkan oleh Grab telah membantu masyarakat di Tarakan berkembang dan membangun infrastruktur yang lebih baik, di tengah ekonomi digital yang berkembang.

(osc/rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK