Lonjakan Kasus Corona di Dalam Negeri Masih Bebani IHSG

CNN Indonesia
Jumat, 18 Jun 2021 06:16 WIB
IHSG diproyeksikan melemah pada perdagangan Jumat (18/3) ini akibat tertekan kekhawatiran pasar atas lonjakan kasus corona di dalam negeri. Lonjakan kasus corona di dalam negeri masih bayangi pergerakan IHSG di akhir pekan ini. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (18/6).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut pelemahan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus covid-19 dalam negeri.

Tapi, Dennies memperkirakan koreksi bakal bersifat terbatas karena ditopang oleh pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang meyakini tapering off AS baru akan terjadi pada awal tahun depan.


"IHSG diprediksi melemah. Pergerakan akan masih akan dipengaruhi kenaikan kasus covid-19 dari dalam negeri," kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat (18/6).

Atas sentimen itu, ia memperkirakan indeks saham bergerak di rentang support 6.013-6.040 dan resistance 6.088-6.109.

Senada, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memproyeksikan gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG memang belum bakal berakhir. Namun, peluang kenaikan masih terbuka selama support level dapat dipertahankan.

[Gambas:Video CNN]

"Di tengah tekanan yang sedang berlangsung, fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas juga turut mewarnai pergerakan IHSG. Hari ini IHSG masih berpotensi terkonsolidasi," katanya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.924 dan resistance 6.123. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu GGRM, JSMR, TLKM, BBRI, ITMG, SMRA, dan TBIG.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Selasa (16/2), IHSG menguat ke 6.068 atau turun 10,12 poin atau 0,17 persen. Pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih atau net sell di seluruh pasar sebesar Rp632,84 miliar.

(well/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER