Corona Serang Pelabuhan China, Tumpukan Kontainer Menggunung

CNN Indonesia | Jumat, 18/06/2021 22:32 WIB
Pandemi covid-19 telah mengganggu proses pengiriman barang dari salah satu pelabuhan penting di China bagian selatan, yakni Pelabuhan Yantian. Pandemi covid-19 telah mengganggu proses pengiriman barang dari salah satu pelabuhan penting di China bagian selatan, yakni Pelabuhan Yantian.Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi covid-19 telah mengganggu proses pengiriman barang dari salah satu pelabuhan penting di China bagian selatan, yakni Pelabuhan Yantian. Pengiriman barang diproyeksi memakan waktu hingga berbulan-bulan, sehingga akan menghambat proses belanja liburan akhir tahun.

Mengutip CNN Business, Jumat (18/6), kekacauan telah terjadi sejak bulan lalu. Hal ini tepatnya ketika pihak berwenang di Guangdong, China bagian selatan, membatalkan penerbangan dan menangguhkan perdagangan di sepanjang garis pantainya demi mengendalikan covid-19.

Pelabuhan Yantian menangani barang-barang yang akan mengisi 36 ribu kontainer setinggi 20 kaki setiap hari. Namun, pelabuhan itu ditutup selama hampir satu minggu pada akhir Mei 2021.


Saat ini, pelabuhan sudah mulai dibuka. Hanya saja, Pelabuhan Yantian masih beroperasi di bawah kapasitas, sehingga menciptakan tumpukan besar.

Bahkan, tumpukan di Pelabuhan Yantian telah meluas ke pelabuhan peti kemas lainnya di Guangdong, termasuk Shekou, Chiwan, dan Nansha. Semuanya berada di Shenzhen atau Guangzhou.

Peter Sand, Kepala Analis Pengiriman Bimco mengatakan tumpukan barang di Pelabuhan Yantian ini juga menambah gangguan rantai pasokan global yang sudah tertekan selama ini.

"Orang-orang mungkin tidak menemukan yang mereka cari di rak saat berbelanja hadiah natal pada akhir tahun," ucap Sand.

Pada Kamis lalu, lebih dari 50 kontainer sedang menunggu untuk berlabuh di Delta Sungai Mutiara Guangdong. Hal ini merupakan tumpukan terbesar sejak 2019.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK