Sri Mulyani Tambah Anggaran Rp39 T untuk Bansos PPKM Darurat

CNN Indonesia
Minggu, 18 Jul 2021 13:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah anggaran bansos PPKM Darurat hingga Rp39 T, untuk disalurkan ke warga terdampak pandemi. Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menambah anggaran bantuan sosial (bansos) mencapai Rp39,19 triliun bagi masyarakat selama masa PPKM Darurat. Tambahan bansos akan diberikan melalui berbagai program.

"Pemerintah akan memberikan bantuan sosial tambahan sebesar Rp39,19 triliun untuk masyarakat yang akan dikucurkan segera oleh menteri keuangan dan menteri sosial," ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7) malam.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci tambahan anggaran untuk berbagai program bansos tersebut. Pertama, pemerintah menambah anggaran untuk program Kartu Sembako sekitar Rp7,52 triliun untuk 18,8 juta penerima, sehingga alokasinya bertambah dari Rp42,37 triliun menjadi Rp49,89 triliun.


Tambahan anggaran akan digunakan untuk menambah penyaluran bantuan sebanyak dua kali, masing-masing senilai Rp200 ribu per penerima untuk periode Juli-Agustus 2021. Dengan begitu, jumlah bantuan yang didapat naik dari 12 kali menjadi 14 kali pada tahun ini.

Selain memberi tambahan anggaran bansos untuk penerima Kartu Sembako yang sudah masuk dalam daftar resmi, Ani, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah daerah (pemda) memberi usul pemberian Kartu Sembako kepada 5,9 juta penerima baru yang sebelumnya tidak mendapat bantuan ini.

"Jadi nanti Ibu Mensos akan punya lagi calon penerima 5,9 juta kelompok penerima yang merupakan usulan daerah yang sekarang bukan penerima Kartu Sembako dan di luar penerima bansos tunai atau BST, masing-masing akan mendapat Rp200 ribu per bulan," jelas Ani pada kesempatan yang sama.

Untuk tambahan bansos usulan Pemda ke penerima baru ini, pemerintah mengalokasi anggaran sebesar Rp7,08 triliun. Penyaluran akan dilakukan melalui Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.

Kedua, pemerintah menambah anggaran bansos untuk penyaluran beras sebanyak 10 kilogram (kg) kepada 18,8 juta penerima Kartu Sembako dan 10 juta penerima BST. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp3,58 triliun untuk 250 ribu ton beras yang akan disalurkan oleh Perum Bulog.

Ketiga, anggaran bansos tambahan diberikan untuk perpanjangan subsidi diskon listrik dan perpanjangan bantuan rekening minimum biaya abonemen atau biaya beban dari semula berakhir September menjadi Desember 2021. Perpanjangan subsidi bisa dinikmati oleh 32,6 juta pelanggan listrik golongan 450 VA dan 900 VA serta 1,14 juta pelaku usaha.

Penambahan anggaran untuk perpanjangan diskon listrik sebesar Rp1,91 triliun dari Rp7,58 triliun menjadi Rp9,49 triliun. Sedangkan tambahan anggaran untuk perpanjangan bantuan rekening minimum sebesar Rp420 miliar dari Rp1,96 triliun menjadi Rp2,11 triliun.

Keempat, pemerintah menambahkan anggaran program Kartu Prakerja sekitar Rp10 triliun dari Rp20 triliun menjadi Rp30 triliun. Tambahan anggaran ini untuk membuka kesempatan kepesertaan Kartu Prakerja bagi 2,8 juta orang.

Kelima, tambahan anggaran bansos juga diberikan untuk program subsidi kuota internet kepada 38,1 juta pelajar dan tenaga pendidik. Pemberian subsidi kuota internet akan dilakukan mulai Juli 2021.

Dengan kebijakan ini, maka anggaran subsidi kuota internet bakal meningkat Rp5,54 triliun dari Rp3 triliun menjadi Rp8,54 triliun.

(uli/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER