Menaker Tegaskan Komitmen Pemerintah Lindungi Pelaku Usaha

Kemnaker, CNN Indonesia | Minggu, 25/07/2021 10:08 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan, melindungi dunia usaha berarti perlindungan terhadap tenaga kerja, termasuk menghadapi dampak pandemi. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan, melindungi dunia usaha berarti perlindungan terhadap tenaga kerja, termasuk menghadapi dampak pandemi. (Foto: Arsip Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen akan terus melindungi dunia usaha dan pekerja/buruh. Bagi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, melindungi dunia usaha berarti perlindungan terhadap tenaga kerja, termasuk menghadapi dampak pandemi.

Ida mengatakan, pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh akan bekerja sama dalam mengatasi dampak pandemi. Sejauh ini, pemerintah memberi dukungan melalui percepatan vaksinasi kepada sektor-sektor esensial, memperpanjang berbagai stimulus, hingga memberi bantuan produktif untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada pengusaha untuk mengatasi dampak Covid-19, agar perekonomian masyarakat bergerak seiring dengan pemulihan ekonomi nasional," kata Ida.


Menurut Ida, saat ini Kemnaker tengah melakukan persiapan pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja/buruh yang terdampak pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tepatnya dalam proses penyusunan Permenaker agar BSU segera terlaksana, sambil mematangkan koordinasi dengan semua pihak terkait,

"Kebijakan BSU dikeluarkan untuk mencegah pengusaha memutuskan hubungan kerja dengan pekerjanya, serta membantu pekerja yang dirumahkan atau berkurang gajinya karena pembatasan jam kerja. Pemberian BSU diharapkan juga mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh," katanya.

Ida menambahkan, pemerintah juga akan memprioritaskan Kartu Prakerja bagi korban PHK, serta menyelenggarakan program reguler perluasan kesempatan kerja demi membantu masyarakat di masa pandemi, yakni program padat karya untuk 45 ribu orang, dan tenaga kerja mandiri melalui wirausaha produktif untuk 100 ribu orang.

Dengan kehadiran dukungan-dukungan tersebut, Ida berharap para pengusaha dapat terus mengadakan dialog secara bipartit dengan pekerja/buruh terkait untuk mencari solusi terbaik. Sehingga, kelangsungan usaha tetap terjaga dengan memperhatikan keberlangsungan hidup pekerja/buruh.

"Saya yakin dan percaya apabila pengusaha dan pekerja/buruh saling terbuka dan berdialog mengenai masalah yang sedang dihadapi maka akan mendapatkan solusi dan jalan keluar yang dapat diterima oleh kedua belah pihak," ujar Ida.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK