Prokes dan Ekonomi Dinilai Bisa Jalan Bareng Usai PPKM

KPCPEN, CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 18:39 WIB
Dokter relawan Covid-19 Fajri Adda'I menyebut prokes dan aktivitas ekonomi bisa jalan bareng, misalnya UMKM tetap bisa dilakukan dengan tetap mematuhi prokes. Ilustrasi. ( CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dokter relawan Covid-19 Fajri Adda'I meminta tak ada lagi dikotomi antara protokol kesehatan dengan kegiatan ekonomi jika nanti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. Karena, menurut dia keduanya tetap bisa berjalan bersamaan.

Dia mencontohkan, UMKM tetap bisa dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Begitu juga dengan aktivitas ekonomi lain seperti di pasar. Ekonomi tetap bisa berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut dr. Fajri memahami kondisi ekonomi saat ini begitu sulit. Namun kebijakan PPKM juga diambil pemerintah semata untuk menghambat laju penularan.


Dia memberi gambaran jika 5-10 persen orang yang sakit Covid-19 perlu dirawat, maka rumah sakit akan penuh.

"Bayangkan ketika penularannya banyak, lalu ada 1 juta orang yang terpapar, maka rumah sakit akan penuh. Artinya, penularannya harus diputus," katanya.

"Saya paham betul bahwa kondisinya sulit, tapi rumah sakit sempat penuh banget, terutama dua pekan lalu. Berapa pun jumlah rumah sakit tidak akan bisa terpenuhi karena penularan terlalu cepat, karena itu (penularannya) harus dihentikan," ujar dr. Fajri.

Dia juga menambahkan, saat ini seluruh dunia sedang menghadapi varian baru yang lebih menular. Bahkan data terbaru menunjukkan dengan viral load-nya 1.200 kali lebih banyak, inkubasi varian yang baru ini 4 hari menularkan dan bergejala cepat, dibandingkan varian sebelumnya yang inkubasinya 7 hari.

Di seluruh dunia, kasus positif juga kembali melonjak seperti di Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa. Namun karena di sana orang yang divaksinasi sudah banyak, maka angka risiko berat hingga meninggal dunia bisa dihindari.

Sehingga orang-orang yang terpapar di negara-negara tersebut tidak banyak yang memerlukan perawatan.

"Karena itu, kita harus mempercepat vaksinasi. Jangan ragu untuk divaksinasi sambil tetap patuhi protokol kesehatan," katanya.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK