Telkom Beri Modal 798 Menara Telekomunikasi pada Mitratel

Telkom, CNN Indonesia | Selasa, 03/08/2021 10:27 WIB
Telkom memperkuat bisnis penyediaan menara telekomunikasi melalui anak usaha Mitratel dengan penyertaan model berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi. Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya (kiri) dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam penandatanganan Akta Inbreng & Head of Agreement penyertaan modal berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi dari Telkom ke Mitratel di Jakarta, Senin (2/8). (Foto: Arsip Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Telkom Indonesia memperkuat bisnis penyediaan menara telekomunikasi melalui anak usaha PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan penyertaan model berupa aset (inbreng) 798 menara telekomunikasi.

Pada Senin (2/8), kesepakatan ditandai melalui penandatanganan Akta Inbreng dan Head of Agreement antara Telkom dan Miratel. Digelar secara hybrid, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya dan Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko secara fisik, sedangkan melalui video conference, hadir Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono dan Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menyampaikan, pengalihan aset (inbreng) menara telekomunikasi yang dilakukan Telkom kepada Mitratel merupakan bagian dari penataan portofolio TelkomGroup, sekaligus menjadi bentuk komitmen Telkom menjadikan Mitratel sebagai vehicle dan pemain yang kuat, serta menguasai industri tower.


"Industri menara telekomunikasi ini merupakan industri yang sangat prospektif di tengah potensi perkembangan ekonomi digital Indonesia, ditambah pula masuknya teknologi generasi kelima. Dengan langkah ini, TelkomGroup percaya bahwa Mitratel mampu memperkokoh posisinya sebagai pemimpin industri menara telekomunikasi nasional dan memberikan value yang tinggi bagi perusahaan juga para stakeholder," ungkap Budi.

Tak hanya sebagai upaya penataan portofolio, langkah inbreng menara ini juga merupakan strategi demi meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi. Budi menyebut, menara-menara yang dialihkan diketahui memiliki potensi kolokasi dan tenancy ratio di atas rata-rata industri, dilengkapi struktur kokoh dan jangkauan hingga seluruh Indonesia.

Budi menilai, inbreng ini dapat menjadi modal kuat bagi bisnis menara Mitratel mendatang.

"Bisnis menara telekomunikasi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, mengingat hingga saat ini operator telekomunikasi akan terus berekspansi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya, sehingga kami meyakini bisnis menara telekomunikasi masih akan mencatatkan kinerja positif," ujar Budi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko memaparkan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penataan portofoilio TelkomGroup melalui aksi korporasi tersebut.

"Ke depan, Mitratel berkomitmen untuk mengelola dengan baik aset dan bisnis menara tersebut demi memberikan value terbaik bagi para pemegang saham," katanya.

Menyusul transaksi pengalihan aset 798 menara ini, Mitratel memiliki lebih dari 24 ribu menara telekomunikasi. Hal ini menjadi langkah TelkomGroup melalui Mitratel untuk mendukung perwujudan value creation demi mengukuhkan diri sebagai pemain nomor satu di industri menara telekomunikasi Indonesia.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK