Batas Gaji Maksimal Pekerja Penerima BLT di DKI Rp4,5 Juta

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 13:11 WIB
Menaker Ida Fauziyah menyatakan batas gaji pekerja penerima BLT subsidi gaji di Jakarta adalah Rp4,5 juta, lebih tinggi dari batas yang sudah ditetapkan. Kemnaker menetapkan batas gaji pekerja penerima BLT subsidi gaji di Jakarta adalah Rp4,5 juta. Itu lebih tinggi dari batas yang sudah ditetapkan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan batas gaji calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) pekerja di DKI Jakarta sebesar Rp4,5 juta. Angkanya lebih tinggi dari ketetapan batas gaji BSU secara umum yang sebesar Rp3,5 juta.

Ida menjelaskan syarat batas gaji pekerja yang berada di wilayah dengan UMP dan UMK lebih besar dari Rp3,5 juta, maka syarat gaji menjadi paling banyak sebesar UMP atau UMK dibulatkan ke atas hingga ratus ribuan penuh.

Menurut Ida, UMP di DKI Jakarta sebesar Rp4.416.185. Karena itulah, batas gaji pekerja yang berhak mendapatkan BSU adalah Rp4,5 juta.


Ia juga mencontohkan pekerja di Kabupaten Karawang. Pemerintah setempat menetapkan UMP sebesar Rp4.798.312, sehingga batas gaji pekerja yang berhak mendapatkan BSU di Kabupaten Karawang adalah Rp4,8 juta.

Hal ini, sambung Ida menjadi salah satu yang membedakan skema penyaluran BSU tahun ini dan tahun lalu.

"Sedangkan tahun lalu, batasan gaji penerima BSU maksimal sebesar Rp5 juta dan tidak ada pembatasan wilayah maupun sektor," ucap Ida dalam keterangan resmi, Rabu (4/8).

Lebih lanjut, Ida mengatakan BSU hanya akan diberikan kepada pekerja yang berada di wilayah PPKM level 3 dan level 4.

[Gambas:Video CNN]

"Adapun pada aspek batasan wilayah, pekerja yang berhak mendapatkan BSU, yaitu mereka yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4 yang ditetapkan pemerintah sebagaimana dalam Lampiran I Permenaker 16/2021," jelas Ida.

Ia menyebut penerima BSU tahun ini hanya akan mendapatkan bantuan Rp500 ribu per bulan selama dua bulan. Dengan demikian, masing-masing penerima akan mendapatkan bantuan Rp1 juta.

Sementara, jumlah yang didapat penerima BSU tahun lalu mencapai Rp2,4 juta. Pasalnya, masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan.

Kemudian, BSU tahun ini hanya difokuskan bagi buruh yang bekerja di industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri, properti, dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan.

Sementara, skema penyaluran tahun ini hanya bisa dilakukan lewat bank Himbara, seperti Bank Mandiri, BRI, BTN, dan BNI. Berbeda dengan tahun lalu yang bisa ditransfer ke rekening seluruh bank, baik swasta dan BUMN.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK