Sri Mulyani Ramal Dana Kesehatan Bengkak Jadi Rp300 T di 2021

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 11:11 WIB
Menkeu Sri Mulyani meramal anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional dari tekanan covid bengkak jadi Rp300 triliun pada tahun ini. Sri Mulyani memperkirakan anggaran kesehatan tahun ini akan membengkak sampai dengan Rp300 triliun. Itu dipicu oleh covid. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi anggaran kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mencapai lebih dari Rp300 triliun untuk tahun ini. Mayoritas dana kesehatan dialokasikan untuk penanganan covid-19 dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sementara, pemerintah telah beberapa kali menambah alokasi anggaran kesehatan dalam PEN menjadi Rp214,95 triliun. Secara total, pemerintah mengerek anggaran PEN dari Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun.

"Sebagian sangat besar adalah untuk kesehatan naik dari Rp176 triliun dalam penanganan covid-19 menjadi Rp214,9 triliun. Total anggaran kesehatan tahun ini diproyeksikan bahkan bisa mencapai di atas Rp300 triliun, sebuah angka yang luar biasa besar," ujarnya dalam webinar CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu (4/8).


Selain anggaran kesehatan, pemerintah juga menambah dana perlindungan sosial menjadi Rp186,64 triliun. Dana tersebut digunakan untuk bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako bagi 18,8 juta KPM, dan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi 10 juta KPM.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bansos lewat program BLT Dana Desa bagi 5,33 juta KPM. Bagi pekerja terdampak pandemi, pemerintah menyalurkan bantuan melalui Program Kartu Prakerja dengan kuota tambahan 2,82 juta sehingga menjadi 8,4 juta tahun ini serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada 8 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta.

Bendahara negara menambahkan pemerintah juga memberikan subsidi kuota internet bagi 34,41 juta penerima dan diskon listrik. Semua dana tersebut dianggarkan dalam APBN.

[Gambas:Video CNN]

"Instrumen APBN memegang peranan luar biasa penting dalam menghadapi musibah pandemi covid-19 yang luar biasa. Sesuai dengan mandatnya, fiskal instrumen adalah instrumen untuk melakukan stabilisasi dan juga untuk distribusi serta alokasi," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan realisasi penggunaan dana PEN Rp305,5 triliun pada Juli 2021. Realisasinya baru mencapai 41 persen dari pagu Rp744,75 triliun.

"Untuk program pemulihan ekonomi, realisasi sampai Juli sudah mencapai Rp305,5 triliun atau 41 persen dari total Rp744,75 triliun," kata Airlangga saat konferensi pers virtual

Rincian realisasi terdiri dari penggunaan dana untuk program kesehatan sebesar Rp65,5 triliun dari pagu Rp214,95 triliun. Lalu, realisasi untuk program perlindungan sosial sebesar Rp91,84 triliun dari pagu Rp187,84 triliun.

Kemudian, realisasi dana dukungan UMKM dan korporasi senilai Rp52,43 triliun dari pagu Rp171,77 triliun. Selanjutnya, realisasi dana program prioritas Rp47 triliun dari Rp117,94 triliun.

Terakhir, realisasi program insentif usaha Rp43,35 triliun dari pagu Rp62,83 triliun.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK