Sri Mulyani Klaim Ekonomi Tumbuh Berkat Kebijakan Pemerintah

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 18:28 WIB
Menkeu Sri Mulyani menilai ekonomi kuartal II 2021 bisa melaju kencang berkat stimulus fiskal pemerintah, seperti bantuan sosial (bansos). Menkeu Sri Mulyani menilai ekonomi kuartal II 2021 bisa melaju kencang berkat stimulus fiskal pemerintah, seperti bantuan sosial (bansos). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bangkit ke kisaran 7,07 persen pada kuartal II 2021 terjadi berkat kebijakan pemerintah. Khususnya melalui berbagai stimulus fiskal seperti bantuan sosial (bansos).

"Saat kita hadapi tekanan luar biasa, pemerintah memberikan melalui kebijakan fiskal, bantuan sosial untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, terutama kelompok masyarakat menengah ke bawah yang terpukul sangat dalam akibat pandemi," ungkap Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers virtual, Kamis (5/8).

Ani mengatakan pemerintah sengaja memberikan bansos kepada masyarakat agar jumlah masyarakat yang jatuh ke jurang kemiskinan tidak terlalu banyak, meski tingkat kemiskinan dan pengangguran tetap meningkat akibat pandemi covid-19.


"Dengan demikian bisa mempengaruhi dari sisi demand apabila pengangguran atau kemiskinan bisa diminimalkan atau ditahan kenaikannya," imbuhnya.

Tak cuma berupa bansos, bendahara negara mengklaim kebijakan pemerintah lainnya yang juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kepada sektor otomotif.

Hal ini berdampak positif bagi industri manufaktur yang meningkat produksinya seiring naiknya permintaan kendaraan bermotor dari masyarakat.

"Jadi terlihat sekali kenaikan dari konsumsi maupun dari manufaktur, itu didukung salah satunya komoditas otomotif yang dapat bantuan PPnBM. Jadi terlihat policy pemerintah memberikan dampak nyata dan positif," tuturnya.

Ani berharap pertumbuhan ekonomi yang sudah positif pada kuartal II bisa berlanjut ke kuartal III dengan peran pemulihan konsumsi dari masyarakat. Khususnya, masyarakat menengah atas sehingga bisa memperkuat pemulihan ekonomi Indonesia ke depan.

Di sisi lain, ia memastikan APBN sebagai instrumen fiskal pemerintah akan terus digunakan untuk mendorong sisi permintaan dari masyarakat maupun penawaran dari dunia usaha. Hal ini dilakukan dengan memberikan tambahan bansos kepada masyarakat hingga insentif bagi dunia usaha.

[Gambas:Video CNN]



(uli/ulf)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK