OJK Ungkap Investasi Saham BPJS Naker Masih Minus Rp32,8 T

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 14:39 WIB
OJK mencatat portofolio saham BPJS Ketenagakerjaan per Juli 2021 masih minus Rp32,8 triliun karena pandemi covid-19. OJK mencatat portofolio saham BPJS Ketenagakerjaan per Juli 2021 masih minus Rp32,8 triliun karena pandemi covid-19. Ilustrasi. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan masih negatif Rp32,8 triliun per Juli 2021. Investasi minus disebabkan oleh unrealised loss penurunan kinerja saham yang diinvestasikan akibat pandemi covid-19.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Mochammad Ihsanuddin menyebut kinerja negatif juga terjadi pada investasi di reksadana, yakni minus Rp8,1 triliun.

"Selama ini belum dilakukan settlement ini status masih unrealised loss dan ini bisa juga unrealised gain bila belum settlement transaksi," jelasnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (15/9).


Pada kesempatan sama, Direktur Investasi BPJS TK Edwin Michael Ridwan menyebut pihaknya telah menindaklanjuti rekomendasi ambil untung (take profit) saham yang tidak ditransaksikan.

Menurut dia, BPJS TK telah menjual kepemilikan saham di tiga saham, yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Ia menyatakan masing-masing untung (capital gain) yang didapat sebesar Rp11,9 miliar untuk KRAS, Rp2,8 miliar untuk ITMG, dan Rp16,39 juta untuk SIMP.

Namun, ia menyebut proses pencairan dana masih berlangsung mengingat besarnya kepemilikan BPJS TK dari ketiga saham yang tidak terlalu likuid tersebut.

Selain itu, ia menyebut pihaknya menambah kepemilikan di dua saham yang saat ini masih merugi (capital loss), yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

"Kami average down karena kami lihat prospek CPO ke depan akan jauh lebih baik," ujarnya.

Sedangkan untuk saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masih dalam monitoring dan belum dilakukan aksi apapun dalam kepemilikan saham di BUMN penerbangan tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK