Bahlil: Korsel Mau Investasi Karena Tak Ada Lagi Tukang Palak

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 18:24 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut Korsel mau berinvestasi dalam proyek baterai listrik karena tidak ada lagi tukang palak di Indonesia. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut Korsel mau berinvestasi dalam proyek baterai listrik karena tidak ada lagi tukang palak di Indonesia. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Investasi atau Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut perusahaan Korea Selatan mau berinvestasi di Indonesia dalam proyek baterai listrik. Salah satu alasannya, karena tak ada lagi 'tukang palak' di Indonesia.

"Kami permudah izin, tidak ada lagi tukang palak, tidak ada lagi saham kosong. Tidak ada lagi ada maksud tertentu," ungkap Bahlil dalam konferensi pers secara daring, Jumat (17/9).

Selain itu, Indonesia juga memiliki bahan baku untuk membuat baterai listrik. Beberapa bahan baku yang dimaksud, antara lain nikel, mangan, dan kobalt. "Silakan bagi yang mau ikut bisnis ini, masuk," imbuh Bahlil.


Diketahui, perusahaan asal Korea Selatan telah merealisasikan investasinya dalam proyek baterai listrik adalah LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group.

Dua perusahaan itu berinvestasi untuk membangun pabrik baterai listrik di Karawang, Jawa Barat. Pabrik itu bernilai US$1,1 miliar dan dibangun dengan kapasitas 10 gigawatt hour (GWH).

Sementara itu, dia mengatakan terdapat enam sampai tujuh negara lagi yang akan berinvestasi di sektor baterai listrik di Indonesia. Saat ini, proses negosiasi masih berlangsung dengan pemerintah.

Beberapa investor itu berasal dari Eropa, China, dan satu negara di Asia Tenggara. Namun, hanya China yang sudah teken.

"Jadi ini sekitar enam sampai tujuh negara yang akan masuk ke Indonesia," kata Bahlil.

Perusahaan asal China yang dimaksud adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL). Perusahaan itu sudah teken kontrak investasi pada 2020 dan akan merealisasikannya tahun ini.

"Perkembangan sementara CATL proses, doain Insya Allah tahun ini sudah mulai groundbreaking," terang Bahlil.

Sementara, salah satu negara di Asia Tenggara ditargetkan akan teken kontrak investasi pada Oktober 2021 mendatang. Namun, Bahlil enggan menyebut identitas investor tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK