Ekspor Bahan Makanan Halal RI Tembus Rp483 T pada 2020

sfr, CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 16:55 WIB
Wapres Ma'ruf Amin mengungkapkan ekspor bahan makanan halal RI US$34 miliar atau Rp483 triliun pada 2020. Itu mencapai 17 persen dari total ekspor global. Wapres Ma'ruf mengungkapkan ekspor bahan makanan halal RI US$34 miliar atau 17 persen dari total global. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mencatat ekspor bahan makanan halal Indonesia mencapai US$34 miliar atau Rp483 triliun  (kurs Rp14.224 per dolar AS) pada 2020. Jumlahnya setara 17 persen dari total ekspor bahan makanan halal global yang mencapai US$200 miliar.

"Pada 2020, nilai ekspor bahan makanan halal Indonesia tumbuh sebesar 17 persen," ucap Ma'ruf di acara Sharia Summit 2021, Rabu (22/9).

Menurutnya, realisasi ini tidak hanya cukup besar dari total perdagangan bahan makanan halal dunia, namun juga meningkat dari tahun sebelumnya. Tercatat, nilai ekspor bahan makanan halal Indonesia naik 13,33 persen dari US$30 miliar pada 2019.


"Nilai ekspor bahan makanan halal Indonesia pada 2019 adalah sebesar 15 persen dari nilai ekspor makanan halal global," ucap Ma'ruf di acara Sharia Summit 2021, Rabu (22/9).

Ma'ruf mengatakan realisasi nilai ekspor bahan makanan halal tanah air cukup tinggi karena didukung permintaan dari pasar global. Bahkan, permintaan disebutnya tetap baik meski di tengah pandemi covid-19.

Permintaan ekspor bahan makanan halal ini utamanya berasal dari produk pertanian dan makanan halal jadi. Bahkan, sumbangan ekspor bahan makanan halal ini berkontribusi 24 persen dari total aktivitas usaha nasional.

Dari data ini, Ma'ruf mengatakan produk halal Indonesia sejatinya punya potensi pasar yang besar. Untuk itu, perlu ada berbagai dukungan kebijakan pada sektor halal ke depan.

Pemerintah, sambungnya, sudah memetakan beberapa kebijakan, misalnya kebijakan sertifikasi halal gratis kepada UMKM. Lalu, membangun kawasan industri halal (KIH) di tiga lokasi, yaitu Bintan, Banten, dan Jawa Timur.

"Selain itu, tengah dipersiapkan pengembangan dua KIH di Nusa Tenggara Barat," katanya.

Selanjutnya, ada pula instrumen pendanaan alternatif bagi UMKM berupa security crowdfunding (SCF). Yang tak ketinggalan adalah pemerintah meleburkan tiga bank syariah BUMN menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk alias BSI yang bertujuan memperluas pembiayaan syariah ke masyarakat dan pelaku usaha.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK