Harga Minyak Dunia Naik, Tertinggi dalam 2 Bulan Terakhir

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 07:26 WIB
Harga minyak dunia menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Minyak Brent tercatat tembus US$77,25 per barel atau naik 1,4 persen. Harga minyak dunia menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Minyak Brent tercatat tembus US$77,25 per barel atau naik 1,4 persen. Ilustrasi kilang minyak. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia naik menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Kamis (23/9), waktu setempat. Kenaikan harga minyak dipicu oleh meningkatnya permintaan bahan bakar di tengah pasokan terbatas AS akibat badai yang menghambat proses produksi.

Minyak mentah berjangka Brent pengiriman November tembus US$77,25 per barel atau naik 1,4 persen. Level harga ini tertinggi yang dicapai Brent sejak pertengahan Juli 2021 lalu.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS pengiriman November meningkat 1,5 persen menjadi US$73,30 per barel.


"Ada banyak pembicaraan tentang pengetatan pasokan minyak global dan kekhawatiran tentang pasokan memasuki musim dingin," terang Analis Senior Price Futures Group di Chicago Phil Flynn, seperti dilansir Antara, Jumat (24/9).

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan harga kedua kontrak minyak melonjak 2,5 persen, setelah persediaan minyak mentah AS dalam sepekan yang berakhir pada 17 September turun hingga 3,5 juta barel menjadi 414 juta barel. Angka ini terendah sejak Oktober 2018.

Faktor lain yang membuat harga minyak terangkat adalah upaya negara-negara produsen utama minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) yang berjuang untuk meningkatkan produksi.

Menurut Menteri Perminyakan Irak, OPEC+ sedang bekerja untuk menjaga harga minyak mentah mendekati level US$70 per barel karena keyakinan pemulihan ekonomi global.

Selain itu, bank sentral AS The Fed juga mengisyaratkan untuk mengurangi pembelian obligasi bulanan dan menetapkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi pada 2022 nanti.

"The Fed memberitahu niat tapering-nya yang mengkonfirmasi optimisme terhadap ekonominya, pada akhirnya menunjukkan penguatan permintaan minyak AS," imbuh Analis Commerzbank Barbara Lambrecht.

[Gambas:Video CNN]



(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK