Nike Pangkas Target Penjualan Gara-gara PPKM RI dan Vietnam

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 11:26 WIB
Nike memangkas target penjualan beberapa kuartal ke depan imbas pembatasan sosial di Vietnam dan PPKM di Indonesia. Nike memangkas target penjualan beberapa kuartal ke depan imbas pembatasan sosial di Vietnam dan PPKM di Indonesia. Ilustrasi. (news.nike.com).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nike, produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, memangkas target penjualan untuk beberapa kuartal ke depan karena terimbas kebijakan pembatasan sosial di Vietnam dan PPKM di Indonesia. Target penjualan Nike dipangkas dari dua angka menjadi satu angka saja pada 2022.

Saat ini, Pemerintah Indonesia masih menerapkan kebijakan PPKM, namun sudah dilonggarkan, sehingga beberapa pabrik sudah boleh beroperasi lagi, termasuk Nike. Sementara, sebagian besar operasional pabrik di Vietnam justru belum dibuka dan diperkirakan baru akan beroperasi pada Oktober 2021.

Tidak cuma masalah produksi, Nike juga melihat ada kendala dalam rantai distribusi. Sebab, beberapa pengiriman ikut tertunda dan membutuhkan waktu yang lebih lama dari pusat manufaktur di Asia ke pasar di Timur Tengah, Eropa, Afrika, hingga Amerika Utara.


"Produksi yang hilang selama berminggu-minggu dikombinasikan dengan waktu transit yang lebih lama akan menyebabkan kekurangan persediaan jangka pendek di pasar untuk beberapa kuartal ke depan," imbuh Chief Financial Officer Nike Matt Friend seperti dikutip dari AP, Jumat (24/9).

Di sisi lain, perusahaan menyatakan dampak dari keterlambatan produksi dan distribusi membuat biaya penjualan dan administrasi mereka naik sekitar 20 persen. Kenaikan biaya juga terjadi di sisi operasional, seperti pemasaran digital, upah buruh, dan lainnya.

Kendati memangkas target penjualan, namun Nike memperkirakan permintaan pasar akan tetap kuat pada produk-produk mereka, khususnya pada tahun depan. Bahkan proyeksinya, permintaan akan melebihi stok yang tersedia.

Di sisi lain, meski produksi dan distribusi Nike terhambat, namun perusahaan sebenarnya memiliki kinerja yang cemerlang.

Hal ini tercermin dari realisasi pendapatan Nike yang naik 16 persen menjadi US$12,2 miliar atau setara Rp173,75 triliun (kurs Rp14.242 per dolar AS) per 31 Agustus 2021 dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Namun, realisasinya masih di bawah ekspektasi para analis yang lebih tinggi sekitar US$200 juta dari capaian perusahaan. Bersamaan dengan pendapatan yang meningkat, laba pun ikut terkerek sekitar 23 persen menjadi US$1,9 miliar atau Rp27,05 triliun pada periode yang sama.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK