BP Tutup Sebagian SPBU di Inggris Karena Kekurangan Pekerja

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 11:48 WIB
BP menutup sementara sebagian SPBU mereka di Inggris karena kekurangan sopir pembawa truk akibat krisis tenaga kerja imbas brexit. BP menutup sementara sebagian SPBU mereka di Inggris karena kekurangan sopir pembawa truk akibat krisis tenaga kerja imbas brexit. (AFP/Andy Buchanan).
Jakarta, CNN Indonesia --

British Petroleum Company Limited (BP) menutup sementara beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) karena kekurangan sopir pembawa truk. Krisis tenaga kerja di Inggris terjadi sejak kebijakan brexit atau keluarnya Inggris dari persekutuan Uni Eropa diterapkan.

"Kami mengalami masalah di beberapa stasiun pengisian bahan bakar di Inggris dan sayangnya kami harus menutup sementara," kata BP, dikutip dari CNN.com, Jumat (24/9).

BP mengatakan keterbatasan jumlah sopir pembawa truk mengakibatkan masalah rantai pasok di Inggris. Kini, BP memprioritaskan untuk mengirim bahan bakar ke area jalan tol, jalan utama dan tempat dengan permintaan bahan bakar yang tinggi.


Perusahaan minyak ini tidak merinci berapa banyak stasiun bahan bakar yang terdampak, namun seorang yang kenal dengan situasi ini mengatakan ada '10' lokasi yang mengalami kekurangan bahan bakar.

Dalam beberapa bulan, ini merupakan kejadian kedua kalinya yang terjadi. BP harus menutup sementara beberapa stasiun bahan bakarnya karena masalah distribusi.

Menurut Road Haulage Association, Inggris memiliki setidaknya 100 ribu sopir truk, 20 ribu di antaranya merupakan warga negara Uni Eropa dan harus meninggalkan Inggris pasca Brexit.

Tidak hanya sopir truk, menurut Kantor Statistik Nasional (ONS), Inggris memiliki 1 juta lowongan pekerjaan yang tersedia sepanjang Juni hingga Agustus.

Pemerintah Inggris mengumumkan akan meningkatkan jumlah sopir truk. Namun, juru bicara pemerintah justru mengatakan solusi tersebut akan diselesaikan oleh industri.

"Kami ingin melihat investasi tenaga kerja dalam jangka panjang di Inggris daripada mengandalkan pekerja asing. Rencana kami adalah ingin menolong orang-orang di berbagai negara, membangun keterampilan baru dan kembali bekerja," terang juru bicara.

Sektor makanan dan pertanian turut mengalami hal serupa. Terdapat 500 ribu lowongan kerja dan dikhawatirkan akan menyebabkan sampah makanan karena ketidakcukupan pekerja untuk melakukan proses pengolahan makanan.

Asosiasi yang mewakili sektor makanan dan pertanian meminta kepada Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson untuk mengimplementasikan "Covid Recovery Visa" untuk meringankan beban kekurangan pekerja sepanjang rantai pasok.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK