Menlu Minta Sri Lanka Buka Lagi Pintu Ekspor Sawit RI

CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 13:57 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Sri Lanka membuka kembali pintu ekspor sawit RI. Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Sri Lanka membuka kembali pintu ekspor sawit RI. (Foto: AP/Binsar Bakkara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Sri Lanka membuka kembali pintu ekspor sawit RI

Retno menyampaikan hal itu dalam satu acara dialog dengan 18 perwakilan negara dan organisasi yang membahas kerja sama ekonomi demi pemulihan keuangan negara.


Dia menyampaikan kepada Pakistan, Sri Lanka, Iran dan Mozambique agar perjanjian perdagangan seperti Preferential Trade Agreement (PTA) segera diselesaikan.

"Secara khusus, dengan Sri Lanka saya meminta atau mengharapkan agar Pemerintah Sri Lanka meninjau kembali atau menghapus kebijakan yang menghambat ekspor sawit Indonesia ke Sri Lanka," katanya.

"Menlu Sri Lanka dan saya sepakat untuk mengintensifkan komunikasi dalam menyelesaikan isu sawit ini," lanjutnya.

Sebelumnya, Sri Lanka resmi melarang ekspor sawit dari Indonesia dan Malaysia. Kebijakan itu diterapkan untuk membebaskan negara dari perkebunan dan konsumsi sawit.

Retno melakukan pertemuan 18 perwakilan berbagai negara dan organisasi di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, yang berlangsung pekan lalu.

Ia melakukan banyak pertemuan dengan perwakilan dari guna membahas isu-isu kerja sama antar wilayah.

Mereka di antaranya, Komisaris Tinggi UNHCR, Sekjen Liga Arab, CEO US ASEAN Business Council, Menlu Sri Lanka, Menlu Jepang, Presiden Palau, Menlu Mozambik.

Kemudian Menteri Negara Luar Negeri Inggris, Lord Ahmad of Wimbledon, Menlu Pakistan, Menlu Serbia, Menlu Iran, Sekjen PBB, PM Belanda, Menlu Perancis, US Under Secretary for Political Affair, Menlu Mauritania, Menlu Thailand dan Utusan Khusus AS untuk Afghanistan

Saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mauritania, kata Retno, mereka ingin memiliki kemitraan di bidang ekonomi dengan Indonesia dan mengharapkan kedatangan delegasi bisnis RI ke negara tersebut.

Adapun dengan Jepang, Retno menyampaikan harapan agar proyek-proyek kerja sama yang sedang kedua negara ini bisa dipercepat. Salah satu contohnya Proyek Patimbun.

Sementara itu, dengan CEO ASEAN-US Business Council, Retno membahas pentingnya upaya meningkatkan business engagement dengan Indonesia.

"ASEAN-US Business Council juga tertarik melakukan kerja sama capacity building untuk UMKM melalui penyediaan pilot projects dari SMEs Academy," katanya.

(isa/asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK