Pendapatan Bea Keluar Melonjak 1.000 Persen Akibat Sawit

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 20:08 WIB
Menkeu Sri Mulyani mencatat penerimaan negara dari bea keluar meroket 1.056,72 persen per Agustus 2021 akibat lonjakan ekspor tembaga hingga CPO. Menkeu Sri Mulyani mencatat penerimaan negara dari bea keluar meroket 1.056,72 persen per Agustus 2021 akibat lonjakan ekspor tembaga hingga CPO. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat penerimaan negara lewat bea keluar meroket 1.056,72 persen per Agustus 2021. Kenaikan didorong oleh peningkatan ekspor dan lonjakan harga komoditas dari tembaga hingga CPO.

"Bea keluar terutama untuk komoditas-komoditas kenaikan bahkan mencapai 1056,72 persen," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (23/9/2021)

Ia merincikan penerimaan bea keluar paling besar disumbang dari bea keluar produk sawit yang tumbuh 3.163,9 persen untuk periode sama karena tingginya harga referensi CPO global.


Kemudian, bea keluar untuk komoditas mineral tumbuh 118 persen juga dipengaruhi oleh kenaikan volume ekspor dan harga acuan yang melambung.

Sedangkan sepanjang tahun ini, bea masuk tumbuh 111,8 persen. Lonjakan terjadi berkat tren kinerja impor nasional yang meningkat.

Khusus cukai tumbuh 17,7 persen didorong pertumbuhan cukai hasil tembakau (CHT) efek limpahan pelunasan kredit pita cukai tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai pada Agustus 2021 tumbuh dua digit yakni 30,4 persen secara tahunan (yoy). Sehingga, penerimaan kepabeanan dan cukai per 31 Agustus 2021 mencapai Rp158 triliun.

"Bea cukai kita tahun ini tetap terjaga kelihatan komposisi dari non cukai luar biasa karena pemulihan ekonomi," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK