Rupiah Semakin Tertekan ke Rp14.262 per Dolar AS

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 09:12 WIB
Rupiah berada di level Rp14.262 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/9) pagi, melemah 0,06 persen dari perdagangan sebelumnya. Rupiah berada di level Rp14.262 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/9) pagi, melemah 0,06 persen dari perdagangan sebelumnya. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.262 per dolar AS pada perdagangan Selasa (28/9) pagi. Posisi ini melemah 0,06 persen dari perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.257 per dolar AS.

Dari eksternal, mata uang di Asia bergerak bervariasi. Tercatat, yen Jepang melemah 0,1 persen, baht Thailand melemah 0,18 persen, yuan China menguat 0,01 persen, won Korea Selatan melemah 0,49 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen, dan dolar Singapura melemah 0,08 persen.

Sementara, mayoritas mata uang di negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Detailnya, dolar Australia melemah 0,1 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, franc Swiss melemah 0,06 persen, sedangkan dolar Kanada menguat 0,03 persen.


Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksi rupiah kembali melemah hari ini. Kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun memberikan sentimen negatif untuk rupiah.

"Kemarin yield sudah mencapai 1,51 persen, level tertinggi sejak 29 Juni 2021," ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Kenaikan yield, sambung Ariston, biasanya didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed. Bank sentral AS itu diproyeksi mulai melakukan tapering off akhir 2021.

"The Fed diekspektasikan memulai program tapering yaitu mengurangi pembelian obligasi pada akhir tahun ini dan mengakhiri pembelian di pertengahan tahun depan," kata Ariston.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, minat pasar untuk berinvestasi di aset berisiko juga menurun. Hal itu terlihat dari pelemahan indeks saham di Asia.

"Penurunan minat pasar terhadap aset berisiko pagi ini di mana indeks saham Asia terlihat melemah juga bisa menekan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS," jelas Ariston.

Hari ini, Ariston memproyeksi rupiah bergerak melemah dengan rentang support Rp14.240 per dolar AS dan resistance Rp14.280 per dolar AS.



(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK