Kasus Covid-19 Turun, Rupiah Terangkat ke Rp14.252

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 16:05 WIB
Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,04 persen ke posisi Rp14.252 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (27/9) sore. Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,04 persen ke posisi Rp14.252 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (27/9) sore. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.252 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (27/9) sore. Posisi ini menguat tipis 0,04 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.257 per dolar AS.

Begitu juga dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.258 per dolar AS atau melemah dari perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.250 per dolar AS.

Sementara, mayoritas mata uang di Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Terpantau, peso Filipina melemah 0,72 persen, ringgit Malaysia melemah 0,01 persen, dan rupee India bergerak stagnan.


Kemudian, yuan China menguat 0,08 persen, yen Jepang melemah 0,16 persen, won Korea Selatan menguat 0,01 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, dan baht Thailand melemah 0,25 persen.

Begitu juga dengan mata uang di negara maju yang bergerak bervariasi. Tercatat, dolar Kanada bergerak stagnan, poundsterling Inggris menguat 0,13 persen, dan euro Eropa melemah 0,25 persen.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah didukung oleh penurunan angka kasus covid-19 di Indonesia. Hal ini memberikan angin segar bagi pasar.

Namun, Lukman menyebut penguatan rupiah hanya bersifat terbatas. Pasalnya, tekanan dari dolar AS terlihat masih cukup kuat.

"Rupiah hanya akan menguat terbatas. Tekanan dari dolar AS masih kuat. The Fed diperkirakan melakukan tapering lebih cepat," kata Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Ketika The Fed melakukan tapering, maka dolar AS akan menguat. Hal ini akan membuat sebagian besar mata uang melemah terhadap dolar AS.

Diketahui, tapering off artinya mengurangi stimulus moneter yang dikeluarkan bank sentral saat perekonomian sedang terancam dan membutuhkan banyak suntikan likuiditas.

Likuiditas bisa diberikan dengan memangkas suku bunga acuan bank ke level yang sangat rendah hingga nol persen. Hal ini dibutuhkan untuk mendorong pelaku usaha mengajukan kredit, sehingga uang tetap beredar di masyarakat.

Selain itu, likuiditas juga bisa diberikan dalam bentuk pembelian surat utang negara. Pembelian dilakukan demi memastikan pemerintah memiliki likuiditas yang cukup untuk menangani ketidakpastian ekonomi.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK