Kemnaker Ramal 2.819 Perusahaan Bangkrut Tahun Ini

CNN Indonesia
Selasa, 28 Sep 2021 12:58 WIB
Kemnaker meramal 2.819 perusahaan bangkrut tahun ini. Akibat masalah itu, 143 ribu pekerja berpotensi terkena PHK dan 1,07 juta lainnya dirumahkan. Kemnaker meramal 2.819 perusahaan bangkrut tahun ini. Akibat masalah itu, 143 ribu pekerja berpotensi terkena PHK dan 1,07 juta lainnya dirumahkan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memproyeksikan hingga akhir tahun ini bakal ada 2.819 perusahaan yang gulung tikar dan 143.065 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, Kemnaker juga meramal akan ada 1,07 juta orang yang dirumahkan. Ramalan dibuat berdasar tinjauan Dinas Ketenagakerjaan terkait permasalahan hubungan industrial akibat covid-19.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri menambahkan bahwa angka tersebut belum final karena masih dilakukan mediasi oleh pihaknya.

"Data yang kami kumpulkan dari dinas-dinas ketenagakerjaan, jumlah pekerja berpotensi PHK hingga akhir tahun kami prediksi sejumlah 143.065 orang," ucapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (28/9).

Di sisi lain, Indah menyebut angka tersebut berbeda dengan catatan BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, BPJS Ketenagakerjaan menyebut hingga 7 Agustus 2021 sudah ada 538.305 pekerja yang mengklaim Jaminan Hari Tua (JHT) akibat PHK.

Berdasarkan realisasi tersebut, bila menghitung rata-rata klaim JHT Januari- Agustus 2021, maka diperkirakan angka PHK dan mereka yang mengklaim JHT hingga akhir tahun jauh lebih besar, yakni 894.579 orang.

"Kami mengambil data klaim untuk JHT sampai Agustus awal 2021 tercatat ada 538.305 pekerja sudah mengklaim JHT. Berdasarkan pola klaim selama kurang lebih 7 bulan 2021, kami memprediksi hingga akhir 2021 akan ada klaim JHT oleh 894.579 pekerja," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER