Anak Buah Erick Thohir Buka Alasan BUMN Investasi di Startup

CNN Indonesia | Selasa, 05/10/2021 20:18 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan alasan berbagai BUMN mulai melirik investasi di startup dalam negeri. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan alasan berbagai BUMN mulai melirik investasi di startup dalam negeri.(CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan alasan berbagai BUMN mulai melirik investasi di startup dalam negeri adalah karena kekecewaan Erick Thohir terhadap banyaknya startup buatan anak bangsa dikuasai asing.

Menurut dia, berbagai startup RI dikuasai asing karena investor dalam negeri sendiri ogah berinvestasi ke startup. Padahal, ia menyebut startup Indonesia memiliki potensi yang besar.

"Salah satunya yang punya potensi untuk masuk adalah BUMN, makanya Pak Erick bilang jangan marah kalau asing menguasai startup kita jadi BUMN harus masuk," katanya pada konferensi pers daring, Selasa (5/10).


Arya menyebut saat ini BUMN sedang fokus membidik startup yang punya potensi dan startup yang akan disuntik dana segar pun tak hanya fintech atau lokapasar (e-commerce) saja, tapi juga yang bergerak murni di teknologi.

Ia membocorkan, bisa saja BUMN berinvestasi di startup berbasis pertanian hingga edukasi.

"Kita jangan ngutuk tapi kita ga bikin apa-apa, makanya harus masuk. Kenapa misalnya Telkomsel masuk ke Gojek? Kenapa? Karena memang harus masuk. Asing saja masuk kok, masa kita engga masuk?" ujarnya.

Ia menyebut bila investor dalam negeri terus takut untuk berinvestasi di startup, maka di kemudian hari jangan heran bila yang memetik untung adalah pihak asing. Dia kemudian mencontohkan bos Amazon Jeff Bezos yang melihat peluang investasi di startup Indonesia, Ula.

"Kalau kita ketakutan terus, jangan harap startup kita dimiliki oleh kita. Sedangkan konsumennya kita. Di sinilah pemilihan startup nanti betul-betul harus dipilih dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sejumlah perusahaan pelat merah telah berinvestasi di startup. Hal ini seiring dengan perkembangan prospek bisnis sektor digital di Indonesia.

Erick mengatakan salah satu BUMN yang berinvestasi di startup adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Perusahaan itu berinvestasi di 15 startup.

"Kami melihat BUMN itu punya investasi di startup," ungkap Erick kepada media, Kamis (23/9).

Selain BRI, ada pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang juga menanamkan dana di 15 startup. Kemudian, Telkomsel berinvestasi di 15 startup dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di 54 startup.

Erick tak merinci identitas startup yang menjadi ladang investasi sejumlah perusahaan pelat merah. Hanya saja, ia menyebut beberapa startup sudah berstatus unicorn. "Sebagian sudah unicorn, mereka investasi di Bukalapak, salah satu yang kemarin go public," terang Erick.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK