MARK AI Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Robot Trading

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 08:27 WIB
Manajemen investasi robot trading MARK AI dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan. Berikut kasusnya. Manajemen investasi robot trading MARK AI dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penipuan. Ilustrasi. ( Istockphoto/skynesher).
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga bernama Fisiharto melaporkan manajemen investasi robot trading Mark Ai ke Polda Metro Jaya karena merasa dirugikan Rp 126 juta.

Laporan tersebut bernomor LP/B/5203/X/2021/SPKT/Polda Metro Jaya. Laporan itu terkait dugaan penipuan dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat (1) juncto pasal 45A ayat (1) UU ITE dan/atau Pasal 3,4,5 UU TPPU.


Fisiharto mengatakan terlapor dalam kasus ini adalah Hindera selaku Direktur PT Teknologi Investasi Indonesia.

"Laporan ini atas nama saya, Fisiharto. Terlapor atas nama bapak Hindera," ucap Fisiharto seperti dikutip dari detik.com, Kamis (21/10).

Ia menambahkan sebelum dugaan penipuan dilakukan, layanan Mark Ai awalnya berjalan normal seperti investasi lain. Namun, katanya, layanan mulai kacau sejak 15 Oktober.

Saat itu, dia menyebut investor tidak bisa login dan website perusahaan error.

"Perjalanan Mark Ai sebenarnya sampai tanggal 14 Oktober 2021 itu masih berjalan normal, tapi tanggal 15 Oktober ada perubahan. Di mana Mark Ai tidak bisa dilakukan depo dan penarikan dana dengan alasan ditakutkan adanya dana ilegal yang masuk ke dalam Mark Ai," tutur Fisiharto.

Dia menyebut pihak Mark Ai berjanji membenahi layanan. Dia menyebut layanan tetap belum normal hingga 17 Oktober.

"Dari Mark Ai sebdiri menyatakan akan kembali normal. Tapi kenyataannya kami tunggu belum ada perubahan, belum ada informasi lebih lanjut. Kemudian tanggal 17 Oktober siang tepatnya setelah makan siang, ternyata login untuk investasi ini tidak bisa diakses sama sekali. Keluar kode server error 504," terangnya.

"Sesuai yang dijanjikan, ternyata tidak ada perubahan sama sekali dan teman-teman semua member sudah mengkategorikan ini adalah penipuan atau scam untuk investasi online," lanjutnya.

Rekan Fisiharto, Duta, mengatakan dirinya juga menjadi korban investasi di Mark Ai. Dia juga menjelaskan jenis investasi di Mark Ai.

"Sebagai contoh, anda membeli dari marketplace Indodax, kemudian menjualnya ke marketplace finance di luar negeri sana. Nah perputaran itulah yang pengakuan mereka (Mark Ai) bahwa ini sistemnya trading arbitrase dan sistemnya menggunakan kripto. Tetapi sistemnya deposit mereka itu mereka memakai dengan sistem virtual account. Di mana ada 4 bank besar yang mereka gunakan sebagai virtual account untuk penanaman deposit di dalam sistem Mark Ai," jelasnya.

Dugaan penipuan yang dilakukan oleh MARK AI juga diungkap musisi Ananda Sukarlan. Akibat dugaan penipuan itu, dana member tiba-tiba menghilang dari aplikasi tersebut.

Hal ini diungkapkan Ananda lewat cuitannya di akun Twitter @anandasukarlan pada 19 Oktober 2021 lalu. Sebelumnya, Ananda menyatakan bahwa Sunton Capital juga telah melakukan penipuan kepada member.

"Dua hari kemudian setelah Sunton #suntoncapital, juga sama terjadi ke aplikasi MARK Al, scam juga," tulis Ananda, dikutip Kamis (21/10).

Menurut Ananda, uang member yang ada di aplikasi MARK Al hilang dalam hitungan detik. Padahal sebelumnya, aplikasi itu menjanjikan perdagangan (trading) tanpa rugi (loss).

"Hati-hati dengan aplikasi yang mengaku trading forex atau crypto atau robot deh. Crypto apanya yang mau dirobotin coba???," kata Ananda.

Ketua Tim Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan MARK Al memang tak mempunyai izin usaha di Indonesia. Perusahaan itu juga tak bergerak di sektor jasa keuangan.

"MARK Al tidak merupakan jasa keuangan, sehingga tidak di bawah pengawasan OJK. Entitas ini tidak mempunyai izin di Indonesia," kata Tongam kepada CNNIndonesia.com.

Sebelum MARK AI, Ananda juga membuka dugaan penipuan berkedok investasi yang dilakukan oleh Sunton Capital. Menurutnya, perusahaan itu menawarkan keuntungan hingga 20 persen per hari.

"Tweethearts, aku ikut sedih untuk kalian yang sudah tertipu investment Sunton #suntoncapital. Dimengerti sih, iming-iming profit gede banget, padahal ini money game," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengatakan bahwa SuntonFX melakukan margin call pada perdagangan 14 Oktober 2021 lalu pukul 21.27. Saat itu, pihak SuntonFX melakukan manipulasi grafik perdagangan.

"Sehingga menimbulkan loss total. Nah ketika itu terjadi, biasanya tahap selanjutnya broker kabur dan semua layanan tidak bisa diakses," kata Ananda.

Selain itu, Ananda menyebut pihak SuntonFX langsung mengunci atau menggembok Instagram. Dengan demikian, masyarakat tak leluasa mengakses Instagram SuntonFX.

Ia mengatakan SuntonFX memberikan iming-iming keuntungan sekitar 5 persen sampai 20 persen dalam sehari.

"Itu bagaimana coba? Dikasih enak dulu beberapa bulan, begitu masuk bulan kesekian, sistem maintenance. Tapi tetap bisa deposit, bahkan dikasih bonus 10 persen," jelas Ananda.

Untuk itu, Ananda menyarankan kepada masyarakat agar berinvestasi di perusahaan yang jelas. Masyarakat dapat melihat siapa pemiliknya, direksinya, dan alamat kantor di mana.

"Makanya kalau investasi, pastikan perusahaannya jelas: foundernya dan director nya siapa-siapa saja, gedung-gedung dan kantornya di mana," ucap Ananda.

CNNIndonesia.com masih berupaya mengonfirmasi mengenai MARK Ai kepada Ketua Tim Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing. Namun, belum ada respons hingga berita ini diturunkan.

Redaksi juga masih berupaya meminta tanggapan MARK AI.

Sementara, Tongam sebelumnya menyebut Sunton Capital tak memiliki izin kegiatan usaha di Indonesia.

"Sunton Capital tidak memiliki izin kegiatan di Indonesia," ucap dia.

Namun, Tongam menyebut belum ada korban Sunton Capital yang mengadukan hal ini kepada Satgas Waspada Investasi. "Belum ada pengaduan korbannya," ucap Tongam.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER