DP KPR Nol Persen Diperpanjang, Beli atau Tidak?

CNN Indonesia
Selasa, 26 Okt 2021 10:05 WIB
Bank Indonesia (BI) dan pemerintah kembali memperpanjang beragam stimulus untuk pembelian rumah. Berikut pertimbangan untuk memanfaatkan stimulus tersebut. Bank Indonesia (BI) dan pemerintah kembali memperpanjang beragam stimulus untuk pembelian rumah. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah pandemi covid-19, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggelontorkan beragam stimulus untuk mendongkrak sektor properti. Stimulus itu mulai dari gratis PPN hingga uang muka (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 0 persen.

Baru-baru ini, bank sentral kembali memperpanjang kebijakan DP 0 persen hingga Desember 2022. Selain itu, pemerintah juga menanggung beban PPN 10 persen hingga Desember 2021.

Lalu, harus kah Anda memanfaatkan stimulus agar segera punya hunian baru?

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menilai keputusan membeli rumah atau tidak tergantung pada kondisi keuangan masing-masing.

Andy mengamini membeli properti saat ini memang lebih murah dari saat normal. Tak hanya bantuan dari pemerintah, ia menyebut banyak pengembang yang juga memberi paket khusus guna mendorong penjualan.

Paket ini bisa berupa gratis biaya akad KPR seperti biaya provisi, biaya asuransi, biaya notaris, hingga pajak penghasilan final atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan (PPhTB). Biaya akad biasanya setara 7 persen-10 persen dari plafon rumah.

Tak hanya itu, Andy mengatakan juga banyak pengembang yang memberi fasilitas perabotan secara gratis (full furnished) jika pembelian dilakukan di era pandemi.

Kendati menggiurkan dan kesempatan tak sering menghampiri, ia mengingatkan agar tidak gegabah mengambil KPR saat ini. Terutama untuk pekerja muda yang pendapatannya belum stabil.

Yang paling penting dalam memutuskan mengambil KPR atau tidak, lanjut Andy, adalah lihat skema yang ditawarkan pengembang. Misal, karena tidak membayar DP sama sekali maka tenor KPR jadi jauh lebih panjang dan bunga yang Anda bayarkan juga lebih besar.

Kalau begitu, bisa jadi harga final rumah yang Anda bayarkan malah lebih mahal daripada saat Anda membeli di kemudian hari saat uang DP sudah di tangan.

"Menurut saya mesti lihat skemanya. Secara sederhana saya menduga ketika biasanya DP-nya rendah maka cicilan akan tinggi dan kalau DP di awal tinggi maka biasanya cicilan rendah," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/10).

Lebih jauh, Andy mengatakan faktor eksternal seperti stimulus bisa menjadi pendorong serta peringan beban cicilan, namun tak menjadi faktor penentu mengambil KPR. Yang menjadi faktor penentu tetap kondisi kesiapan finansial Anda.

Andy mengingatkan alokasi seluruh cicilan maksimal sekitar 30 persen dari total pendapatan Anda.

Jika kondisi keuangan belum siap, ia menyarankan jangan ngebet ingin ambil KPR karena konsekuensi yang ditanggung bisa sampai 10-20 tahun ke depan. Andy mewanti-wanti bisa jadi Anda malah 'menderita' karena dikejar-kejar cicilan KPR setiap bulannya.

Untuk mengetahui kesiapan finansial mengambil KPR, ia menyebut bila dalam keadaan normal Anda belum mampu mengambil KPR, maka bisa jadi itu merupakan pertanda bahwa Anda belum siap mengambil rumah.

"Ibaratnya kita ingin beli misal hape terus melihat di olshop harga tinggi tapi ketika ada promo jadi ngiler dan beli, tapi sebetulnya kalau bayar ga pakai kartu kredit/paylater kesulitan untuk bayar. Itu sebenarnya suatu indikasi kalau kita belum mampu memiliki barang tersebut," terangnya mengilustrasikan.

Selain itu, Andy menyebut pembelian terburu-buru guna memanfaatkan stimulus malah bisa merugikan. Pasalnya, Anda terpaksa harus membeli hunian murah di pinggir kota yang jauh dari tempat kerja. Ia menilai faktor perjalanan juga mesti jadi faktor pertimbangan.

Namun, untuk mereka yang mampu secara finansial, ia menilai membeli properti saat ini bakal mendatangkan untung dalam jangka panjang. Saat ekonomi sudah kembali normal atau dalam jangka 5-10 tahun, ia menyebut Anda bisa menjual properti dengan lebih mahal dan mendapat margin.

"Misal ini rumah kedua, paling tidak properti bisa disewakan menjadi stream income sampai 5-10 tahun lagi dan dijual dengan harga lebih bagus," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]



 

(wel/sfr)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER