Jakarta, CNN Indonesia -- Lingkup ilmu ekonomi akan mengenal istilah ekonomi mikro dan makro. Apa perbedaan ekonomi mikro dan makro?
Ekonomi sendiri merupakan ilmu yang telah berkembang sejak dahulu kala. Ilmu ini membicarakan mulai dari hal-hal yang sederhana, hingga sesuatu yang lebih kompleks seperti saat ini. Misalnya saja dengan kemunculan cabang ilmu ekonomi mikro dan makro.
Mengutip laman Universitas Bung Hatta, ekonomi mikro pada dasarnya merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan. Ilmu ini juga mempelajari penentuan harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli ekonomi Adam Smith mendefinisikan ekonomi mikro sebagai subjek ekonomi yang selalu bersifat ekonomis rasional. Hal ini membuat para pelaku ekonomi harus mempertimbangkan hal-hal rasional sebelum membuat keputusan.
Sementara itu, ekonomi makro fokus pada faktor-faktor ekonomi secara menyeluruh. Mengutip buku Ilmu Ekonomi Makro: Suatu Pengantar yang ditulis Karhi Nisjar, ekonomi makro kerap digunakan sebagai instrumen untuk menganalisa dan membuat kebijakan yang berkaitan dengan inflasi hingga pertumbuhan ekonomi.
Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro
 Ilustrasi. Perbedaan ekonomi mikro dan makro salah satunya terletak dari aspek fokus pembahasan. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Meski sama-sama berada di bawah payung ekonomi, namun kedua cabang ini jelas berbeda. Sonny Harry B Harmadi dalam Modul Konsep Dasar Ilmu Ekonomi menjelaskan perbedaan ekonomi mikro dan makro.
Pada dasarnya, perbedaan tersebut terletak pada apa yang menjadi pembahasan dan dasar asumsi yang digunakan.
1. Perbedaan pembahasan
Secara singkat, ekonomi makro fokus pada ekonomi secara menyeluruh. Sementara ekonomi mikro fokus pada unit ekonomi secara perorangan.
Sonny mencontohkan perbedaan tersebut pada kasus pengurangan subsidi BBM. Kenaikan harga BBM menjadi dampak langsung yang paling kentara dari kasus tersebut.
Namun, dampak tak berhenti hanya sampai di sana. Kenaikan harga BBM kemudian akan menentukan harga komoditas lainnya, termasuk yang memengaruhi perusahaan dan rumah tangga.
Menanggapi hal tersebut, perusahaan tertentu yang terdampak kemudian akan mengurangi jumlah pegawai untuk mencegah lonjakan biaya produksi. Rumah tangga juga akan mengurangi jumlah barang/jasa yang digunakan akibat kenaikan harga tersebut. Hal ini-lah yang menjadi cakupan pembahasan ekonomi mikro.
Simak perbedaan ekonomi mikro dan makro selengkapnya di halaman berikutnya...
Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro dari Dua Aspek
Ilustrasi. Ada beberapa perbedaan ekonomi mikro dan makro. (Yusran Uccang)
Sementara ekonomi makro, masih dari kasus yang sama, akan mempelajari pengaruh kenaikan harga BBM terhadap perilaku seluruh perusahaan dalam mengurangi jumlah pegawai atau tindakan seluruh rumah tangga dalam menyesuaikan konsumsinya.
Dengan kata lain, ekonomi mikro fokus pada pembahasan bagaimana perilaku individu rumah tangga dan perusahaan menghadapi suatu kondisi ekonomi, yang kemudian membentuk permintaan dan penawaran.
Sementara ekonomi makro terkait dengan pengangguran, inflasi (kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum), penentuan output dan pendapatan nasional.
2. Perbedaan dasar asumsi yang digunakan
 Ilustrasi. Perbedaan ekonomi mikro dan makro juga terletak pada dasar asumsi yang digunakan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Perbedaan lainnya terletak pada asumsi-asumsi yang digunakan. Teori ekonomi mikro berasumsi bahwa struktur pasar merupakan bentuk persaingan yang sempurna, dengan para pelaku ekonomi yang rasional dan bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan. Adam Smith merupakan salah satu tokoh penggerak teori ekonomi klasik.
Para penganut teori ekonomi mikro, atau yang juga kerap disebut sebagai teori ekonomi klasik, percaya bahwa masalah ekonomi hanya ada pada sisi penawarannya saja.
Sementara teori ekonomi makro hadir sebagai kritik atas teori ekonomi klasik. Teori ini menjadikan momentum Great Depression sebagai tonggak kebangkitannya.
Dipelopori oleh John Maynard Keynes, teori ini beranggapan bahwa struktur pasar memiliki kecenderungan yang monopolistik dengan informasi asimetris dan tak sempurna.
Tak cuma sebagai alat transaksi, teori ini juga berasumsi bahwa uang merupakan alat menyimpan nilai yang sangat mungkin digunakan untuk mendapatkan keuntungan.
Demikian perbedaan ekonomi mikro dan makro. Semoga bermanfaat!